Breaking News:

Kisah Tiga Warga Cibugel Sumedang Inisiatif Renovasi Rumah Warga Nyaris Roboh,Uang dari Saku Sendiri

Dengan uang Rp 20 Juta yang dikumpulkan dari saku ketiga orang ini, sebuah rumah tidak layak huni bahkan hampir roboh direnovasi total

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ Kapolsek Cibugel, Iptu Ucu Abdurahman.
Kondisi rumah milik Warti, warga dusun Pagelaran RT02/RW01 Desa Sukaraja, Cibugel, Sumedang, usai direnovasi, Kamis (30/12/2021) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Meski tahu bunyi pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipeilhara oleh negara, ketiga orang ini tak kehilangan inisiatif untuk membantu orang miskin, tiga orang berkelimpahan harta di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, tetap memilih turun tangan sendiri membantu yang membutuhkan.

Ketiganya adalah Nana Suryana (38), Saman Omi, dan Abdan Sakur. Warga Desa Sukaraja Kecamatan Cibugel, Sumedang, Jawa Barat.

Dengan uang Rp 20 Juta yang dikumpulkan dari saku ketiga orang ini, sebuah rumah tidak layak huni bahkan hampir roboh, direnovasi total dan kini bisa ditinggali kembali oleh pemiliknya.

Baca juga: Sampah Menggunung di Pasar Parakan Muncang, Pemkab Sumedang Tak Sanggup Urus?

Renovasi itu dilakukan pada rumah milik Warti, warga dusun Pagelaran RT02/RW01 Desa Sukaraja, Cibugel. Rumah panggung itu selesai diperbaiki dalam tiga hari, dan pada hari ini, Kamis (30/12/2021) diserah terimakan kepada pemiliknya.

Saman Omi, Abdan, dan Nana Suryana bukan sekali ini berinisiatif menolong orang kurang mampu. Perbaikan serupa terhadap rumah-rumah nyaris roboh telah dilakukan berulang kali.

Saman Omi adalah tokoh masyarakat Cibugel. Sementara Nana Suryana merupakan pengusaha gorengan. Lapak gorengan miliknya banyak di daerah Tangerang. Terakhir adalah Abdan, kontraktor bangunan dan memiliki CV yang berkantor di Kota Bandung.

Ketiganya, khusus pada perbaikan rumah Warti, mengatas nama diri mereka sebagai Forum Peduli Cibugel.

"Ini murni inisiatif, uang yang kami pakai adalah uang kami sendiri," kata Nana Suryana kepada TribunJabar.id, Kamis (30/12/2021) di Sumedang.

Rumah Warti sebelumnya adalah rumah panggung yang seutuhnya berangka kayu dan berdinding anyaman bambu yang di dalam bahasa Sunda disebut "bilik".

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved