Satu Rumah di Lembang Rusak Diterjang Banjir Bandang, Dindingnya Jebol, Aspal Jalan pun Mengelupas

Banjir bandang itu terjadi setelah turun hujan deras, kemudian luapan air langsung menerjang rumah milik Endang hingga bagian dindingnya jebol.

Istimewa/BPBD KBB
Satu rumah di Kampung Legok Barong, RT 4/14, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak setelah diterjang banjir bandang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Satu rumah di Kampung Legok Barong, RT 4/14, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak setelah diterjang banjir bandang.

Banjir bandang yang terjadi pada Senin (27/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB itu, terjadi setelah turun hujan deras, kemudian luapan air langsung menerjang rumah milik Endang hingga bagian dindingnya jebol.

Kepala Desa Suntenjaya Asep Wahyono, mengatakan, banjir bandang tersebut berasal dari perbukitan yang saat itu debit airnya sangat tinggi dan tidak ada saluran pembuangan, hingga akhirnya air melimpah ke jalan dan permukiman warga.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Kawasan Mekarmukti Garut, Warga Dua Kampung Mengungsi Sementara

"Akibat banjir bandang itu, air dan material lumpur masuk ke dalam rumah setelah menjebol dinding. Pemilik rumah dan keluarga sempat diungsikan ke kerabatnya," ujar Asep saat dihubungi, Selasa (28/12/2021).

Selain rumah rusak, banjir bandang itu menyebabkan aspal jalan di sekitar Desa Suntenjaya juga mengelupas, sehingga ketika airnya surut, jalan menjadi rusak dan juga dipenuhi lumpur.

Setelah itu, kata dia, warga setempat kemudian kerja bakti untuk melakukan pembersihan lingkungan dan rumah mereka yang saat itu sudah dipenuhi lumpur.

"Memang airnya sangat deras, itu yang membuat aspal jalan desa jadi rusak. Apalagi memang tidak ada saluran air khusus, jadi air larinya ke jalan dan permukiman," katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog), BPBD KBB, Asep Sulaeman, mengatakan, banjir bandang tersebut akibat hujan deras dan ditambah saluran air di sekitar perkampungan tidak berfungsi maksimal.

Baca juga: Kemarin Dedi Mulyadi Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Garut, Minta Usut Tuntas Alih Fungsi Lahan

"Kemudian airnya meluap ke permukiman warga karena drainase tak mampu menampung debit air yang cukup tinggi," ucap Asep.

Dengan adanya bencana tersebut, pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada, baik banjir bandang, longsor, maupun pohon tumbang karena hingga saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved