Sabtu, 9 Mei 2026

Trans Metro Pasundan Beroperasi di Bandung, Ada 5 Koridor, yang Pertama DU-Jatinangor, Ini Tarifnya

Rute bus ini akan diluncurkan secara bertahap. Nantinya ada 85 bus yang beroperasi.

Tayang:
Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Peluncuran moda transportasi Teman Bus (Transportasi Ekonomis Mudah Andal dan Nyaman) di Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Perhubungan RI mulai mengoperasikan program pengembangan angkutan massal berbasis jalan berupa bus di kawasan perkotaan Bandung Raya, Senin (27/12/2021).

Dengan Skema Pembelian Layanan Buy the Service (BTS), layanan angkutan moda ini bernama Teman Bus (Transportasi Ekonomis Mudah Andal dan Nyaman).

Ada lima koridor yang akan dioperasikan di Bandung Raya.

Koridor 1 adalah rute Leuwipanjang-Soreang, Koridor 2 adalah Kota Baru Parahyangan-Alun-Alun Bandung, Koridor 3 adalah Baleendah-BEC, Koridor 4 adalah Leuwipanjang-Dago, dan Koridor 5 Dipati Ukur-Jatinangor.

Untuk tahap pertama, yang dioperasikan adalah Koridor 5.

Layanan dan fasilitas moda angkutan ini menggunakan teknologi telematika dan pembayarannya berbasis non-tunai menggunakan kartu layaknya membayar tol.

Program ini telah sukses dirilis di delapan kota besar di Indonesia yaitu Palembang, Solo, Bali, Yogyakarta, Medan, Makassar, Banyumas, dan Banjarmasin.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan salah satu permasalahan di Bandung Raya yakni kemacetan lalu lintas.

Dengan adanya Trans Metro Pasundan, diharapkan dapat meminimalkan kemacetan lalu lintas.

"Program ini adalah program dari pusat yang dikhususkan bagi warga Jawa Barat. Dengan harapan lahirnya bus ini bisa mengurangi kemacetan, polusi udara, dan mengurangi beban masyarakat karena biayanya murah dan mudah diakses," kata Wagub seusai kegiatan tersebut.

Ia berharapan masyarakat memanfaatkan bus ini dan beralih dari kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum.

Tidak selalu tentang kemacetan lalu lintas, katanya, juga bertujuan mengurangi polusi udara.

Ia berharap layanan serupa dapat hadir di kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat, baik yang berdekatan dengan DKI Jakarta maupun kabupaten dan kota lainnya di Jabar.

Dirjen Perhubungan Darat pada Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi, mengatakan semua pihak harus berusaha menghidupkan kembali penggunaan angkutan massal di perkotaan besar.

Hal ini untuk menandingi daya beli kendaraan bermotor masyarakat sudah sangat tinggi.

"Akibatnya, kemacetan di mana-mana dan di ekosistem menjadi ada polusi. Dengan ini, supaya shifting ke kendaraan umum. Di awal masih gratis, tapi ke depan tarif pelajar Rp 2.500, umum Rp 5.000," katanya.

Ia berharap ada intervensi pemerintah daerah melalui kebijakannya supaya masyarajat kian banyak yang menggunakan kendaraan umum.

Lebih lanjut mengenai pembangunan sarana dan prasarana bus tersebut, Budi mengatakan Kemenhub menganggarkan Rp 50 miliar untuk membuat detail engineering design di Makassar dan Bandung. 

Ia mengatakan akan ada 85 armada bus yang akan dioperasikan di Trans Metro Pasundan yang keseluruhannya beroperasi akhir 2023.

Infrastruktur, sarana, dan prasarana Trans Metro Pasundan ini pun rencananya dikerjakan bertahap.

Baca juga: Polres dan Dishub Majalengka Periksa Kelayakan Angkutan Umum Jelang Nataru, Terutama Jenis Bus Ini

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved