Sabtu, 2 Mei 2026

Timnas Indonesia Bolak-balik ke Neraka dan Surga Saat Melawan Singapura, Endingnya Alhamdulillah

Kemenangan 4-2 atas Singapura di semifinal leg kedua Piala AFF 2020 mengantarkan Indonesia mencapai final.

Tayang:
Editor: Giri
AFP/Roslam Rahman
Ezra Walian (tengah) merayakan golnya ke gawang Singapura bersama Witan Sulaeman sang pemberi asis, dan Ramai Rumakiek. 

TRIBUNJABAR.ID - Kemenangan 4-2 atas Singapura di semifinal leg kedua Piala AFF 2020 mengantarkan Indonesia mencapai final.

Laga harus di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (25/12/2021) malam harus diselesaikan dengan extra time.

Kemenangan itu membuat skuat Garuda unggul agregat 5-3 atas The Lions.

Lawa yang akan dihadapi di final baru ditentukan malam ini, antara Vietnam atau Thailand.

Pada semifinal pertama, Thailand menang 2-0.

Melawan Singapura, empat gol Indonesia dicetak Ezra Walian (11'), Pratama Arhan (87'), bunuh diri Sahwal Anuar (91'), dan Egy Maulana Vikri (107').

Sedangkan dua gol Singapura dicetak oleh Song Ui-young (49') dan Shahdan Sulaiman (74').

Selain drama enam gol dari kedua tim, pertandingan ini juga diwarnai tiga kartu merah untuk para pemain Singapura.

Ketiga pemain The Lions yang diusir wasit Qasim Matar Ali Al Hatmi dari Oman, yakni Safuwan Baharudin (45'), Irfan Fandi (66'), kiper Hassan Sunny (118').

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengapresiasi atas kerja keras dari para pemainnya.

Ia mengakui pertandingan kali ini dipenuhi berbagai drama yang menguras tenaga dan emosi.

Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia.
Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia. (PSSI.ORG)

"Jujur, kedua tim sangat bekerja keras. Saya sudah bicara kepada pemain sebelum pertandingan bahwa tim Singapura kuat untuk set piece. Kami bisa mendapatkan hasil yang baik jika hanya hati-hati,” kata Shin Tae-yong setelah laga dilansir pssi.org.

"Karena tidak fokus untuk set piece, jadi sampai bisa dikatakan ke neraka dan ke surga, bolak-balik,” tambah pelatih asal Korea Selatan ini.

Lebih lanjut, Shin menuturkan, para pemain timnas Indonesia perlu dimatangkan lagi untuk bisa terus berkembang.

Sebab, ketika dalam tekanan, permainan timnas Indonesia menjadi berantakan.

"Bagian itu harus diperbaiki, khususnya para pemain masih muda untuk kontrol pertandingan sedikit berkurang jadi untuk ke depan lebih menunjukkan lagi perkembangan,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved