Kasus Lahan Warga Desa Miliarder di Kuningan Belum Tuntas, Anggota DPRD Kuningan Segera Lakukan Ini

Kasus lahan yang melibatkan warga Desa Miliarder alias Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membuat prihatin Sri

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Darajat Arianto
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Warga Desa Kawungsari, Cibeureum, Cahyono (baju putih) yang membeli motor baru. Warga desa ini mendadak jadi miliarder karena terdampak pembangunan Waduk Kuningan. 

Laporan Kontributor Tribuncirebon.com Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Kasus lahan yang melibatkan warga Desa Miliarder alias Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, membuat prihatin Sri Laelasari, anggota DPRD Kuningan.

"Kami sangat prihatin kasus ganti untung lahan yang melibatkan warga Desa Kawungsari belum diselesaikan. Hingga saat ini ada beberapa bidang lahan termasuk aset pemerintah desa setempat," ujar Sri saat ditemui pada kegiatan resesnya di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Minggu (26/12/2021).

Sri yang juga politisi perempuan ini menyebut program pemerintah strategis nasional ini jangan sampai merugikan masyarakat.

Karena ini pesan Presiden Jokowi dalam melaksanakan program kerjanya untuk memberikan kebaikan sosial.

"Ya kami sangat prihatin dengan program bagus Presiden Jokowi. Toh ini jangan sampai menjadikan penyelengara pemerintah tidak amanah atau ada masalah yang belum terselesaikan seperti begini," ujarnya.

Menurut Sri, pembangunan Waduk Kuningan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Namun permasalahan sebelum pelaksanaan pembangunan itu harus cepat dibereskan.

"Kami malu dengan selesainya pembangunan Waduk Kuningan begitu megah dan diresmikan oleh Presiden. Tapi, nyatanya banyak permalasahan belum selesai hingga ada bidang lahan yang belum tergantikan. Jadi tolong ini mesti di perhatikan," ujarnya.

Seorang warga menangis ketika harus pergi dari kampung halamannya di Desa Kawungsari, Kuningan. Kampung halaman mereka akan terendam oleh Waduk Kuningan.
Seorang warga menangis ketika harus pergi dari kampung halamannya di Desa Kawungsari, Kuningan. Kampung halaman mereka akan terendam oleh Waduk Kuningan. (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Sekedar informasi, seusai diresmikan Presiden RI Jokowi beberapa bulan lalu, kondisi Waduk Kuningan yang berada di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kuningan, Jawa Barat ini masih dilakukan uji coba.

"Betul, untuk kondisi Waduk Kuningan yang diresmikan Pak Jokowi. Hingga saat ini belum habis masa uji coba," ujar Kadis PUTR Kuningan, Wawan Ridwan kepada wartawan, saat usai melakukan kunjungan bareng Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy ke pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan, Selasa (30/11/2021) di aula Desa Garatengah, Kecamatan Jalaksana.

Kadis PUTR Kuningan menyebut, kondisi lingkungan Waduk Kuningan masih steril dari kegiatan atau aktivitas masyarakat Kuningan.

"Kondisi lingkungan Waduk Kuningan masih steril dari kegiatan masyarakat. Entah itu sebagai lokasi liburan atau kunjungan apapun," katanya.

Uji coba yang di lakukan Badan Penguji Waduk, kata dia mengklaim bahwa hingga sekarang volume air belum masih stabil, kemudian pengendalian mesin generator pun sama.

"Uji coba Waduk Kuningan ini, indikatornya itu volume air belum sampai naik atau berada pada batas yang ditentukan penguji. Kemudian, mesin genarator sebagai pembangkit listrik juga belum beroperasi," katanya.

Peresmian Waduk Kuningan oleh Presiden Joko Widodo
Peresmian Waduk Kuningan oleh Presiden Joko Widodo (Dok. Sekretariat Presiden)
Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved