Disparbud Jabar Gelar Monitoring Prokes ke Sejumlah Titik, Antisipasi Penyebaran Covid-19

Disparbud Jabar melibatkan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan pengawasan protokol kesehatan dan potensi kerumunan wisatawan.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Kadisparbud Jabar sekaligus Ketua Divisi Pariwisata, Telekomunikasi, dan Transportasi Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jabar, Dedi Taufik (kanan), bersama Direktur PAM Obvit Polda Jabar, M Syahduddi (tengah) melakukan koordinasi pemantauan saat meninjau destinasi wisata Taman Safari di Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/12/2021). (Dok. Humas Disparbud Jabar) 

Laporan wartawan TribunJabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov Jawa Barat melibatkan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan pengawasan protokol kesehatan dan potensi kerumunan wisatawan di berbagai destinasi wisata di Jawa Barat, di momen libur Natal dan tahun baru (nataru) 2021.

Kadisparbud Jabar sekaligus Ketua Divisi Pariwisata, Telekomunikasi, dan Transportasi Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jabar, Dedi Taufik, mengatakan, timnya telah disebar ke delapan wilayah yang kerap menjadi primadona kunjungan wisatawan di saat musim liburan.

“Kami sebar tim ke delapan wilayah, meliputi Bandung Raya-Lembang-Ciater, Cipanas-Kamojang-Santolo, Pangandaran, Palabuhan Ratu, Bogor-Puncak-Cianjur, Cirebon-Kuningan, serta Ciwidey-Pangalengan,” ujar Dedi saat di konfirmasi melalui telepon, Minggu (26/12/2021).

Dedi menuturkan, peningkatan pengawasan tersebut turut melibatkan jajaran instansi vertikal pemerintah, seperti Direktur Pengamanan (Dirpam) Objek Vital Polda Jabar, M Syahduddi; Komando Garnisun Tetap (Kogartap), serta Kepada Bidang (Kabid) Destinasi Pariwisata.

“Kami memonitor kunjungan wisatawan ke daerah yang menjadi daya tarik masyarakat untuk berwisata dan memperhatikan prokes yang diterapkan untuk memastikan penekanan penyebaran Covid-19 pada nataru,” ucapnya.

Menurutnya, dalam pengawasan tersebut tidak hanya penerapan prokes wisatawan, tapi juga pemberlakuan dan memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Tujuannya sebagai skrining awal mengetahui kondisi kesehatan dari setiap pengunjung.

Pihaknya juga melakukan pengetesan rapid test antigen di beberapa titik destinasi yang terbagi menjadi dua kategori.

Selain dilakukan secara acak dan ditujukan untuk pengunjung yang tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi, serta kepada mereka yang tidak bisa menunjukkan bukti vaksinasi. 

Adapun titik lokasi yang dipilih dilakukan pengetesan rapid test tersebut yaitu, Taman Safari Cisarua Bogor dan Pantai Pangandaran.

“Kalau soal prokes memang sudah baik. Nah, aplikasi PeduliLindungi dan pengetesan Covid-19 juga kami lakukan. Dari ratusan tes, sejauh ini belum ada yang dinyatakan positif Covid-19," ujar Dedi.

Meski hasil pemantauan dan pengetesan sejauh ini sesuai dengan harapan, namun upaya antisipatif pemantauan akan terus dilakukan hingga malam pergantian tahun baru 2022.

"Monitoring akan terus dilakukan pada Minggu 26 Desember 2021 dan berlanjut jelang pergantian tahun pada 31 Desember 2021. Disparbud Jabar juga akan terus berkoordinasi dengan Disparbud Kota/Kab, Satpol PP Jabar, Dit PAM Obvit Polda Jabar, dan Kogartap untuk memastikan situasi di lapangan," katanya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved