Breaking News:

KPU Jabar Bersiap Untuk Agenda 2024, Pemilu, Pilpres, Pilgub, Pilwalkot, dan Pilbup Dalam Setahun

Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, mengatakan pada 2024 di Jabar, meliputi pilbup dan pilwalkot di 16 kota dan kabupaten serta Pilgub Jabar

TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD SYARIF ABDUSSALAM
Sekretaris KPU Provinsi Jawa Barat Teppy Dharmawan, Ketua KPU Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok, dan Anggota KPU Jabar Idam Holik, dalam Rapat Pelayanan Pers Pemilihan Umum dan Pemilihan Serentak 2024 bersama PWI Jabar dan AJI Bandung di Kopitagram Kota Bandung, Jumat (24/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tahun 2024 tampaknya akan menjadi tahun yang sangat sibuk bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Betapa tidak, di tahun tersebut akan diselenggarakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih partai dan para anggota dewan di tingkat pusat dan daerah.

Di tahun yang sama pun, di Jawa Barat akan diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang meliputi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar, kemudian Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwalkot) serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) di seluruh atau 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Ketua KPU Jawa Barat, Rifqi Ali Mubarok, mengatakan pada 2024 di Jawa Barat, bagaikan penggabungan Pilkada Serentak 2018 yang meliputi pilbup dan pilwalkot di 16 kota dan kabupaten serta Pilgub Jabar, Pemilu dan Pilpres 2019, serta Pilkada Serentak 2020 yang dilakukan di 8 kota dan kabupaten plus di masa pandemi.

Rifqi mengatakan KPU Jabar pun sudah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan pemilihan-pemilihan serentak tersebut. Hanya saja belum pernah menyelenggarakan semuanya dalam tahun yang sama. Apalagi, sejumlah pakar menilai pandemi Covid-19 masih akan terjadi pada 2024 yang akan mempengaruhi pemilihan layaknya Pilkada 2020.

"Semua pengalaman kami pada 2018, 2019, dan 2020, akan digabungkan dalam menyelenggarakan pemilihan di 2024. Kami akan berupaya supaya semua berjalan lancar dan partisipasi pemilih di Jabar tetap tinggi. Ini tantangan-tantangan kami pada 2024," kata Rifqi dalam Rapat Pelayanan Pers Pemilihan Umum dan Pemilihan Serentak 2024 bersama PWI Jabar dan AJI Bandung di Kopitagram Kota Bandung, Jumat (24/12).

Rifqi mengatakan pihaknya mengindikasikan adanya kerumitan dalam pemilihan serentak 2024. Dari mulai masalah penganggaran sampai petugas penyelenggara pemilihan di tingkat daerah sampai TPS. Hal ini menjadi titik fokusnya dalam menyelenggarakan pesta demokrasi pada 2024.

Ia mencontohkan, Pemilu Serentak 2019 punya catatan berharga, termasuk Jabar. Pemilu legislatif dan eksekutif dilaksanakan secara bersamaan sehingga disebut pemilu 5 kotak suara. Dengan adanya penggabungan ini, beban kerja menjadi sangat tinggi, bahkan tidak sedikit petugas yang sakit bahkan meninggal dunia karena kelelahan saat itu.

"Petugas menghitung dan rekap suara tanpa jeda. Sampai ada yang baru selesai esok harinya. Kemudian banyak yang kelelahan, dan ada yang meninggal dunia. Ini menjadi catatan dan mungkin ke depannya kita seleksi SDM ini jangan lebih dari usia 50 tahun dan harus yang benar-benar sehat," katanya.

Ia menceritakan petugas KPPS punya integritas yang tinggi. Banyak yang hanya beristirahat saat waktu salat aja. Saat semua pekerjaan selesai, akhirnya banyak yang sakit bahkan meninggal. Termasuk di tingkat PPK.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved