Dipastikan Akan Gagal Panen, Petani di Lembang Membabat 25 Ribu Pohon Tomat, Rugi hingga Rp 70 Juta

Keputusan petani untuk membabat semua pohon tomat tersebut sudah matang meskipun dia harus mengalami kerugian hingga Rp 70 juta

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Petani di Lembang saat membabat tanaman tomat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Petani di Kampung Gendok, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa harus membabat semua tanaman tomatnya karena dipastikan akan mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem.

Dengan kondisi tersebut semua tanaman tomat petani yang baru berumur 1,5 bulan itu terserang hama hingga menyebabkan gagal panen karena kondisi tomatnya menjadi busuk.

Petani asal Lembang, Tihar Sopihan (50) mengatakan, akibat cuaca ekstrem itu dia harus membabat 25 ribu pohon tomat yang ditanam di lahan pertanian seluas satu hektare.

"Akibat cuaca ektrem, buah tomat dan pohonnya terkena hama, jadi saya memutuskan untuk membabat (pohon tomat)," ujarnya saat ditemui di lahan pertaniannya, Jumat (24/12/2021).

Baca juga: Ratusan Hektare Sawah Terendam Banjir di Karawang, 88 Hektar Gagal Panen

Keputusan Tihar untuk membabat semua pohon tomat tersebut sudah matang meskipun dia harus mengalami kerugian hingga Rp 70 juta karena buah tomatnya tidak akan bisa dijual.

"Modal awalnya untuk menanam 25 ribu pohon tomat ini kan Rp 70 juta. Kalau diteruskan juga percuma akan gagal panen dan membutuhkan lagi biaya," kata Tihar.

Sebetulnya, kata dia, tanaman tomat ini bisa saja tidak dibabat, tetapi jika tak ingin gagal panen maka membutuhkan biaya sekitar Rp 40 juta untuk perawatan dan membeli obat.

"Bisa dilanjutkan (tidak dibabat), tapi modalnya gak kuat karena harga obat sekarang mahal. Jadi harus nambah biaya, sedangkan modal sudah habis," ucapnya.

Alasan lain Tihar memutuskan untuk membabat tanaman tomat tersebut karena saat ini harga tomat dari tingkat petani sangat murah, sehingga jika dilanjutkan hingga panen, petani tetap akan mengalami kerugian.

"Sekarang harga tomat Rp 3 ribu, itu sangat murah jadi mending dibabat," kata Tihar.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Bikin Petani di Lembang Gagal Panen, Pasokan ke Pedagang pun Minim

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved