Breaking News:

Ratusan Alat 'Esek-esek' Dimusnahkan KPPBC TMP C Cirebon, Dilarang Masuk ke Indonesia

Alat esek-esek yang termasuk kategori barang tegahan di Bidang Kepabeanan itu berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp 50 juta.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) Hasil Penegakan Hukum Selama 2017 - 2021 di KPPBC TMP C Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Kamis (23/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Cirebon memusnahkan ratusan alat esek-esek.

Kepala KPPBC TMP C Cirebon, Encep Dudi Ginanjar, mengatakan, benda-benda tersebut merupakan kategori dilarang masuk ke Indonesia.

Menurut dia, rata-rata seluruh alat tersebut diamankan dari kiriman ekspedisi luar negeri saat hendak masuk ke Indonesia.

Baca juga: Bea Cukai Bandung Gagalkan Penyelundupan Sabu dari Malaysia ke Sukabumi Melalui Kantor Pos

"Totalnya ada 645 pcs alat esek-esek yang diamankan dalam kurun 2017 hingga Juni 2021," kata Encep Dudi Ginanjar saat ditemui usai Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) Hasil Penegakan Hukum di KPPBC TMP C Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Kamis (23/12/2021).

Ia mengatakan, alat esek-esek yang termasuk kategori barang tegahan di Bidang Kepabeanan itu berpotensi merugikan negara hingga lebih dari Rp 50 juta.

Selain itu, pengamanan alat esek-esek tersebut merupakan fungsi KPPBC TMP C Cirebon sebagai Community Protector dalam mengawasi dan mencegah peredaran barang-barang ilegal di masyarakat.

Pihaknya juga memusnahkan barang tegahan di Bidang Cukai dan Kepabeanan lainnya dari hasil penegakan hukum di wilayah kerja KPPBC TMP C Cirebon.

"Di antaranya, kosmetik, obat-obatan, makanan, mainan, alat olahraga, pestisida, spare part kendaraan, tanaman, senjata air softgun, panah, dan lainnya," ujar Encep Dudi Ginanjar.

Sementara barang yang paling banyak diamankan ialah rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai yang jumlahnya mencapai jutaan batang.

Baca juga: Ironis, Bantuan Tabung Oksigen dari Singapura Tertahan di Bea Cukai, padahal Sangat Dibutuhkan

Bahkan, produk rokok ilegal yang diamankan dari Wilayah III Cirebon tersebut juga berpotensi merugikan negara hingga miliaran rupiah.

"Rokok ini ada macam-macam, termasuk dari hasil operasi pasar juga. Jadi, prosesnya memang panjang sehingga baru sekarang dimusnahkan," kata Encep Dudi Ginanjar.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved