Breaking News:

Nasib Malang TKI Cianjur, Dibuang 1.200 Km dari Tempat Bekerja, Meninggal Saat Tunggu Hak Dibayarkan

Siti Aminah dibuang oleh majikannya di sekitar sebuah mal di Kota Riyadh.

Istimewa
Repro foto jenasah Siti dipegang sang adik. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Nasib malang kembali menimpa seorang pekerja migran asal Kabupaten Cianjur, Siti Aminah (51), warga Kampung Neglasari, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.

Ia diduga dibuang oleh majikannya di sekitar mal di Kota Riyadh atau 1.200 kilometer dari Al-Jouf tempat ia bekerja.

Siti diketahui bekerja di negara penempatan Al-Jouf Saudi Arabia dan bekerja sebagai asisten rumah tangga selama sembilan tahun.

Namun selama bekerja TKI asal Cianjur ini tidak mendapat gaji setiap bulannya.

Ketua DPC Astakira Pembaharuan, Ali Hildan mengatakan, berdasarkan penuturan keluarga yang mendapatkan informasi dari KBRI Riyadh bahwa korban dibuang oleh majikan di suatu tempat di Kota Riyadh.

“Alhamdulillah, korban ditemukan oleh kepolisian setempat dan langsung diserahkan kepada KBRI,” ujar Ali Hildan, di Kantor DPC Astakira Pembaharuan Cianjur, Rabu (22/12/2021).

Ia mengatakan, korban sempat tinggal di KBRI selama 7 bulan untuk menunggu hak-haknya diberikan, sampai korban meninggal dunia dan dimakamkan shelter KBRI.

“Saat ini pihak keluarga ingin tahu kejelasan pengungkapan kasus dan bagaimana pemenuhan hak-hak alamarhumah,” katanya.

Ia berharap kepada pemerintah yakni pihak KBRI agar secepatnya bisa membantu  terkait dengan hak almarhumah, yang sesuai dengan Undang-undang No 18 tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yakni PMI mendapatkan beberapa jaminan di antaranya jaminan Hukum, Sosial dan Ekonomi.

“Kami berharap sekali, kepada pemerintahan kita juga di Indonesia agar sesegera mungkin ikut mengungkap kasus tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa sudah melakukan koordinasi bersama Konsoler dari KBRI Riyadh, untuk menanyakan sejauh mana kasus tersebut ditangani.

“Dari KBRI sekarang lagi menangani kasus tersebut dan secepatnya akan melakukan koordinasi bersama pihak Kepolisian Arab Saudi,” katanya.

Sementara, anak korban, M Andriyana Kuswandi (36) berharap agar hak-hak dari korban segera dipenuhi.

“Kami memohon bantuan atas pemenuhan hak dari orang tua saya, semoga kasus tersebut juga segera diungkap,” katanya.

Baca juga: Terpilih Jadi Tokoh Inspiratif, Menko Airlangga Raih PMI Award 2021, Peduli Pada Pekerja Migran

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved