Sabtu, 11 April 2026

Copet Beraksi di Pasar Murah Pemkab KBB, Uang Tunai dan Surat Berharga Lenyap

Lilis Tita Lutfiah (32), warga Kampung Kiralawang, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, jadi korban copet saat belanja di kegiatan pasar murah.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Warta Kota
Ilustrasi - Lilis Tita Lutfiah (32), warga Kampung Kiralawang, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, jadi korban copet saat belanja di kegiatan pasar murah, Rabu (22/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Lilis Tita Lutfiah (32), warga Kampung Kiralawang, Desa Cipada, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), jadi korban copet saat belanja di kegiatan pasar murah, Rabu (22/12/2021).

Kegiatan pasar murah tersebut digelar Pemkab Bandung Barat di Lapangan Mekarsari Kompleks Pemda.

Padahal saat acara tersebut dijaga sejumlah aparat keamanan dari Satpol PP KBB.

Lilis mengatakan, akibat kejadian tersebut ia kehilangan dompet berisi uang jutaan rupiah serta sejumlah dokumen berharga seperti surat-surat emas, STNK, ATM, dan KTP-el.

"Dompetnya disimpan di tas, ada berkas berharga dan ada juga uang cash sebesar Rp 1,5 juta," ujar Lilis saat ditemui seusai kecopetan, di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (22/12/2021).

Aksi pencopetan tersebut dia sadari bermula saat dia akan mengeluarkan uang untuk membayar minyak goreng.

Saat membuka tas, dompetnya sudah tak ada di tempat.

"Saya datang jauh-jauh ke kantor Pemda KBB memang sengaja ingin membeli sembako murah, tapi enggak jadi karena uangnya dicopet," kata Lilis.

Pantauan Tribun Jabar, animo masyarakat Bandung Barat yang menghadiri pasar murah memang cukup tinggi.

Warga yang didominasi ibu-ibu tersebut terpantau memenuhi Lapangan Mekarsari sejak pagi.

Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, daging, berbagai jenis sayuran dan kebutuhan pokok lainnya tersedia, sehingga tenant sembako paling banyak diserbu warga hingga berdesakan.

"Mudah-mudahan bisa kembali lagi, minimalnya surat-surat. Karena itu sangat penting, susah kalau mau bikin lagi," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved