Perketat Prokes Saat Nataru 35 Industri Pariwisata di KBB Terapkan Aturan Ini Untuk Cegah Kerumunan

Sebanyak 35 industri pariwisata di Kabupaten Bandung Barat sudah menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk antisipasi lonjakan pengunjung selama momen

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
ILUSTRASI kondisi lalu lintas di Kawasan Lembang saat akhir pekan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sebanyak 35 industri pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk antisipasi lonjakan pengunjung selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal tersebut dilakukan karena kunjungan wisatawan ke setiap objek wisata diprediksi bakal meningkat sehingga bakal berpengaruh terhadap tingkat kunjungan bagi hotel dan penginapan di Bandung Barat.

Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot mengatakan, hingga saat ini aplikasi PeduliLindungi tersebut sudah diterapkan di 35 industri pariwisata dengan perincian 6 objek wisata, 16 hotel, dan 13 restoran atau kafe.

"Saat ini destinasi maupun industri pariwisata sudah siap menjalankan aturan soal PeduliLindungi karena itu jadi syarat bagi objek wisata ketika mereka membuka operasionalnya," ujarnya saat dihubungi, Selasa (21/12/2021).

Kendati demikian, pihaknya bakal terus mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di semua objek wisata dan hotel, khususnya di kawasan Lembang yang menjadi tujuan wisatawan.

"Pengawasan prokes wajib dan diperketat. Untuk aturan Nataru acuannya Inmendagri Nomor 66/2021 sementara untuk PPKM acuan di Inmendagri Nomor 67/2021," kata David.

David mengatakan, untuk saat ini KBB berada di PPKM level 2 yang berlaku dari 14 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022, sehingga carring capasity objek wisata maksimal 25 persen untuk mencegah kerumunan wisatawan.

Untuk itu, pihaknya meminta para pengelola wisata dapat menerapkan dan mematuhi aturan itu karena tujuannya untuk menghindari penularan Covid-19, khususnya dari sektor pariwisata agar tidak sampai muncul kasus baru, apalagi varian Omicron sudah masuk Indonesia.

"Konsepnya penerapan early warning system on tourism Destination (sistem pemantauan destinasi pariwisata secara elektronik) yang digunakan sebagai media pencegahan dan penanggulangan Covid-19 saat Nataru," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved