Wawancara Khusus

Wawancara Khusus Emil, OPOP Jadi Penggerak Ekonomi Keumatan, Alumni & Kiai Didoakan Jadi Konglomerat

Program One Pesantren One Product sudah diikuti oleh 2.574 pesantren di Jabar.

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Melalui program One Pesantren One Product (OPOP), Jawa Barat mengekspor buah-buahan sampai produk busana muslim ke Uni Emirat Arab. Ekspor dari pesantren ini dilepas Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (13/12) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - One Pesantren One Product (OPOP) atau Satu Pesantren Satu Produk menjadi program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menggerakkan ekonomi keumatan di Jawa Barat.

OPOP terbukti ikut membangkitkan geliat perekonomian yang sempat terdampak pandemi Covid-19.

Program OPOP yang mulai diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada akhir 2018 sampai saat ini terus bergulir menciptakan pesantren unggulan.

Program ini sampai 2021 telah diikuti 2.574 pesantren dari target 5.000 pesantren hingga akhir 2023. 

Program yang diluncurkan oleh pasangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum ini pada 2020 mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sebagai 45 Top Inovasi Pelayanan Publik 2020 Tingkat Nasional.

Lantas bagaimanakah upaya Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk terus menggeliatkan perekonomian lewat OPOP, berikut rangkaian wawancara jurnalis Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam  dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengenai OPOP.

Tanya : Bagaimanakah perkembangan OPOP sampai saat ini?

Jawab : Alhamdulillah perkembangan sangat baik. Sampai hari ini dalam tiga tahun naik rata-rata hampir 1.000-an. Total sekarang sudah 2.500-an, terus akan kita tingkatkan. Yang terbaik kita beri apresiasi dan juga untuk menjadi pembina di level bawahnya.

Kemarin kita sudah ekspor ke luar negeri. Kapan pesantren bisa ekspor, ya alhamdulillah sekarang. Kita mengingatkan supaya mereka maju karena pada dasarnya setelah itu ada yang menghasilkan.

Alumni dan kiainya kita doakan menjadi konglomerat, jadi guru, pemimpin semua. Pada dasarnya nyantri sesuai syariat Islam kemudian kita harap ada peningkatan ekonomi keumatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved