Breaking News:

Pembelajaran 100 Persen Sekolah Bisa Diterapkan di Cianjur, Namun Syarat Ini Harus Terpenuhi

Herman mengatakan, pembelajaran dilakukan secara bertahap seandainya nanti Cianjur sudah berada dalam level satu maka akan dilakukan 100 persen.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Bupati Cianjur Herman Suherman meninjau kampus SMAN 1 Cianjur 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Bupati Cianjur H Herman Suherman, mengatakan, pembelajaran akan dilakukan secara bertahap 100 persen jika Cianjur sudah masuk ke level I.

Hal tersebut dikatakan Herman saat mengunjungi kampus SMAN 1 Cianjur di Jalan Pangeran Hidayatullah, Senin (20/12/2021).

Sempat bertugas menjadi pembina upacara, Herman menyampaikan beberapa hal pertama terkait dengan kondisi saat ini dimana situasi pembelajaran belum normal.

Baca juga: BARU Saja Gempa Melanda Cianjur Pagi Ini, Pusat Gempa di Darat, Ini Daerah yang Merasakan Kata BMKG

"Mohon tetap diperhatikan oleh semua pihak termasuk dalam proses pembelajaran aturan aturan protokol tetap dipertahankan di sekolah," katanya.

Herman mengatakan, pembelajaran dilakukan secara bertahap seandainya nanti Cianjur sudah berada dalam level satu maka akan dilakukan 100 persen.

"InsyaAllah mungkin pembelajaran akan ditentukan ataupun mungkin bisa diikuti oleh semua siswa jika sudah level I," katanya.

Menurut Herman saat ini ini masyarakat Cianjur yang sudah tervaksin ada di kisaran 65 persen mudah-mudahan 5 persen lagi tercapai akhir tahun hingga genap mencapai 70 persen.

Kepala SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta, mengatakan pembelajaran yang dilakukan saat ini dengan membagi dua jumlah siswa.

"Untuk kegiatan tatap muka kita sesuai dengan aturan bahwa saat ini 50 persen pembelajaran pagi dan kemudian 50 persen lagi dilakukan siang hari," katanya.

Agam memprediksi setelah tercapai target vaksinasi dan Cianjur masuk level I, pembelajaran 100 persen akan dimulai bertahap dengan persiapan dua bulan.

Agam juga berpesan kepada pelajar SMAN 1 Cianjur khususnya untuk mengurangi dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat di libur Natal dan Tahun Baru yang bisa menyebabkan kerumunan.

Baca juga: Mau Berlibur ke Cianjur, Masyarakat Harus Melewati Pos Pengecekan dan Wajib Telah Divaksin Dua Kali

"Jaga tren positif Cianjur, jangan menimbulkan kenaikan permasalahan terutama saat libur Natal dan Tahun Baru jangan menimbulkan kerumunan, agar semua bisa cepat keluar dari kondisi ini," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved