Rabu, 29 April 2026

Ini Jurus Ridwan Kamil Antisipasi Varian Omicron di Jabar: Kami Belajar dari Varian Delta

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan beberapa cara dalam mengantisipasi penularan Covid-19 varian Omicron yang sudah masuk ke Indonesia.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri pelantikan pengurus Pergubi DPD Jabar, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Sabtu (11/12/21). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan beberapa cara dalam mengantisipasi penularan Covid-19 varian Omicron yang sudah masuk ke Indonesia.

Kiat-kiat yang disiapkan ialah dengan menyiapkan instrumen penanganan kesehatan yang sama seperti yang dilakukan Jabar saat menangani varian Delta beberapa waktu lalu.

"Dulu Delta terdeteksi di Karawang, menyebar dengan cepat. Oleh karena itu kami belajar dari Delta. Per hari ini Jabar sedang menyiapkan semua perlengkapan seperti menghadapi virus Delta," ujarnya melalui siaran digital, Minggu (19/12/2021).

Selain itu, ia mendapat dukungan dari komunitas Indonesia Pasti Bisa untuk memperkuat stok tabung oksigen dan pemerintah juga menggenjot telusur, tes, dan tindak lanjut (3T).

Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Tambah Dua, Keduanya Baru Pulang dari Amerika dan Inggris

"Jadi tabung oksigen kita cek lagi alhamdulillah ada stok lebih banyak dari Indonesia Pasti Bisa kemudian testing tracing kita tingkatkan lagi."

"Per hari ini kita sudah tiga kali lipat dari yang standar untuk testing," katanya.

"Tapi apa pun ada kelebihannya dari persiapan kita, yaitu waktu Delta vaksinnya dikit jadi kekebalannya rendah dan yang meninggal mayoritas di Jabar adalah mereka yang tidak bervaksin," tutur Gubernur.

Gubernur menjelaskan, capaian vaksinasi di Jabar di tahap satu sudah menyentuh angka 70 persen.

Hal tersebut dapat membentuk kekebalan komunal dalam menghadapi varian Omicron.

"Kalau sekarang kan hari ini Jabar capaian vaksinnya hari ini sudah 70 persen tahap satunya, jadi sehingga jauh lebih baik," imbuhnya.

Walaupun varian Omicron sudah terdeteksi dari seorang pekerja di pusat karantina Wisma Atlet, Jakarta, Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tetap produktif tapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Kepada masyarakat mari kita tetap produktif apapun sebenarnya boleh, asalkan prokes aja."

"Mau judulnya tadi macam-macam nama virusnya jawabannya adalah prokes untuk masyarakat untuk negara adalah gencar dengan 3T."

"Jadi saya kira itu saja persiapannnya insyaallah jauh lebih siap," ungkapnya.

Baca juga: Berasal Dari Sars Cov-2, Satgas Covid-19 Gunakan Startegi Ini untuk Pencegahan Varian Omicron

Dalam momentum melandainya penularan virus Covid-19, ia telah memberikan penghargaan bagi tenaga kesehatan dan anggota keluarganya yang gugur saat bela negara memberi perawatan rakyat Jabar.

"Tentunya penghargaan untuk nakes itu banyak, ada beasiswa buat anak-anak dari nakes yang khususnya berpulang kita memberikan apresiasi sejarah dalam bentuk monumen juga untuk mengingatkan rasa terima kasih kita," cetusnya.

"Jabar kehilangan 200-an dokter nakes dari profesor sampai tenaga ahli, itu kehilangan besar."

"Jadi kami pastikan apa pun bentuk penghargaannya, kalau memungkinkan pasti akan kami berikan sebagai rasa terima kasih kami," kata Ridwan Kamil.

Pendiri Indonesia Pasti Bisa, Deddy Corbuzier, bertekad meningkatkan kontribusi lembaga amalnya membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

"Jadi kita dari vaksin saja sudah 2 juta dari digiresto kita memberikan makan itu ratusan ribu sampai jutaan orang."

"Terus nyari orang-orang yang tidak memiliki biaya ketika harus masuk rumah sakit terkena Covid-19 dan lain sebagainya itu menanggung hampir ratusan orang," ujar Deddy.

Deddy mengatakan, jika pandemi Covid-19 telah berakhir menjadi endemik, Indonesia Pasti Bisa akan tetap hadir bahu-membahu bersama pemerintah dalam menangani permasalahan yang hadir di tengah-tengah masyarakat.

"Kalau pun berhenti bulan depan Indonesia Pasti Bisa akan selalu ada karena bangsa kita, rakyat semuannya harus bekerja sama karena masalah akan terus ada."

"Kami (Indonesia Pasti Bisa) akan ada di sana terus untuk siap membantu," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved