Breaking News:

Mengkhawatirkan, 40 Persen Rumah Adat Kampung Naga di Kabupaten Tasik Kondisinya Memprihatinkan

Sekitar 40 persen rumah adat Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, dalam kondisi memprihatinkan.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/FIRMAN SURYAMAN
Kuncen Kampung Naga, Ade Suherlin 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Sekitar 40 persen rumah adat Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, dalam kondisi memprihatinkan.

Jumlah rumah adat di Kampung Naga yang terletak di sebuah lembah tepi Sungai Ciwulan saat ini sebanyak 112 unit. 

"Sekitar 40 persen kondisinya lapuk. Maklum sudah berusia puluhan tahun dari terakhir mendapat perbaikan tahun 60-an," kata Kuncen Kampung Naga, Ade Suherlin, Kamis (16/12) siang.

Pelapukan, lanjut Ade, terutama bagian atap yang terbuat dari ijuk. Kondisinya sudah memprihatinkan.

"Sebagian rumah adat yang atapnya sudah lapuk itu mulai bocor-bocor kalau ada hujan lebat," ujar Ade.

Bentuk fisik rumah adat Kampung Naga, berupa rumah panggung temporer, berdinding bilik bambu serta beratap ijuk.

Menurut Ade, sesuai dengan tradisi turun-temurun jumlah rumah dipertahankan sebanyak 112 unit.

Baca juga: Warga di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi Kini Dapat Akses Internet, Berkat Program Ini

Bangunan lainnya adalah masjid, bale pertemuan serta Rumah Alit tempat menyimpan barang pusaka.

Lokasi Kampung Naga dikelilingi sawah adat serta hutan lestari yang disebut Hutan Larangan. 

"Jumlah rumah sebenarnya ada 113. Cuma yang satu saat ini sedang diperbaiki, karena kondisinya mengkhawatirkan," ujar Ade. (*)

Baca juga: VIDEO-Hingga Kini Tak Ada Kasus Positif Covid-19 di Kampung Adat Ciptagelar Sukabumi, Ini Kata Emil

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved