Breaking News:

Launching Film Dokumenter, Video dan Buku Profil Kesatuan Masyarakat Hukum Adat

Pemprov Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa melauncing film dokumenter, buku dan video profil kesatuan masyarakat hukum adat.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: bisnistribunjabar
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar, Dicky Saromi, dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, bersama para penerima buku profil kesatuan masyarakat hukum adat dari masing-masing perwakilan kampung adat. 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA , Pemprov Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa melauncing film dokumenter, buku dan video profil kesatuan masyarakat hukum adat.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka melestrarikan sekaligus memperkenalkan budaya dan adat yang ada di wilayah Jabar. Acara digelar di halaman parkir Kampung Adat Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (16/12).

LOGO DPMD JABAR
LOGO DPMD JABAR ()

Acara dirangkai pula dengan puncak festival desa serta penganugerahan penghargaan kepada pemenang lomba carita desa. Pada kesempatan itu dilaksanakan pula penyerahan mobil serbaguna Maskara kepada Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, yang berhasil menaikkan strata desa menjadi desa mandiri.

Guburnur Jabar, Ridwan Kamil, yang hadir lewat zoom, mengungkapkan ada 50 kampung adat di wilayah Jabar yang harus dilestarikan dan diperkenalkan, tidak hanya kepada dunia tapi juga anak cucu sebagai penerus bangsa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar, Dicky Saromi, menyerahkan hadiah kepada juara I lomba carita Sunda, Widya Yustina.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar, Dicky Saromi, menyerahkan hadiah kepada juara I lomba carita Sunda, Widya Yustina. ()

“Perlu diingat bahwa hanya budaya dan adatlah yang membedakan kita dengan masyarakat lain. Karena itu perlu ada upaya pelestarian,” kata Kang Emil, panggilan akrab Gubernur.

Kang Emil mengapresiasi pembuatan film dokumenter kekayaan tradisi dan budaya Jabar, video dan buku profil kesatuan masyarakat hukum adat di Jabar.

“Ini adalah sebagai bentuk upaya pelestarian dan memperkenalkan masyarakat hukum adat kepada dunia serta mengedukasi anak cucu sebagai penerus bangsa,” kata Kang Emil.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar, Dicky Saromi, dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, bersama Kades Simpang, Budi Zenal Abdurahman
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jabar, Dicky Saromi, dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, bersama Kades Simpang, Budi Zenal Abdurahman ()

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dicky Saromi, mengungkapkan, pihaknya membuat empat video dan buku profil kesatuan masyarakat hukum adat.

Antara lain Kampung Adat Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Kampung Adat Dukih di Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

Kampung Adat Kuta di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Kasepuhan Banten Kidul di Desa Surnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved