Breaking News:

Kasus Pencabulan Terjadi di Pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, Tiga Santriwati Ngaku Dicabuli Guru

Polres Tasikmalaya merilis kasus pencabulan terhadap santriwati yang diduga dilakukan seorang pengajar di sebuah pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Darajat Arianto
Dok. Polres Tasikmalaya
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, merilis kasus pencabulan di sebuah pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, di Mapolres, Kamis (16/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Polres Tasikmalaya merilis kasus pencabulan terhadap santriwati yang diduga dilakukan seorang pengajar di sebuah pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Pengajar berinisial AS (48) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena dari hasil penyidikan telah mencabuli tiga santriwati.

"Sejauh ini kami menerima tiga pengaduan santriwati yang mengaku jadi korban pencabulan gurunya," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono, di Mapolres, Kamis (16/12) siang.

Rilis kasus cabul tersebut juga menghadirkan Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam, dan Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.

Korban bisa saja bertambah. Namun menurut Rimsyahtono, hingga saat ini hanya tiga yang mengadu dan dari hasil pendalaman sudah cukup bukti adanya kasus pencabulan itu.

"Dari ketiga korban ini kami mendapatkan keterangan yang menguatkan bukti adanya kasus pencabulan yang dilakukan AS," kata Rimsyahtono.

Baca juga: Saking Traumanya, Para Korban Guru Cabul Langsung Tutup Telinga saat Dengar Nama Herry Wirawan

Hingga pihaknya mantap menetapkan AS, seorang tenaga pengajar di pesantren tersebut, sebagai tersangka dan ditahan.

"Tersangka akan dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ujar Kapolres. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved