Heboh Video Asusila di Kuningan

Beredar Video Hubungan Sesama Jenis di Kuningan, Bupati Ungkap Langkah Pemerintah Begini

Bupati Kuningan mengatakan, pemerintah akan menyediakan serta melakukan pendampingan terhadap warga yang terlibat dalam video asusila tersebut.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Bupati Kuningan H Acep Purnama menyampaikan pandangannya saat hendak melakukan pantauan lokasi wisata di Kuningan, Minggu (16/5/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Peredaran video asusila sesama jenis yang melibatkan warga di Kecamatan Kadugede, Kabupaten kuningan, kontan mendapat perhatian dan komentar dari Bupati Kuningan H Acep Purnama.

"Kami tentu sangat prihatin dengan kejadian demikian," kata orang nomor satu di Kuningan itu, Kamis (16/12/2021).

Bupati mengatakan, pemerintah akan menyediakan serta melakukan pendampingan terhadap warga yang terlibat dalam video asusila tersebut.

"Untuk pendampingan, kita siapkan, baik dari ahli psikologi atau sesuai dengan kebutuhan korban tersebut," katanya.

Dari peredaran video tersebut, Bupati berharap kepada lapisan masyarakat untuk berhati-hati serta waspada.

Terutama mereka generasi muda harus mendapat pengawasan penuh dalam kegiatan keseharian.

"Kami minta para orang tua atau masyarakat selalu mengawasi kegiatan di lingkungan, dengan tujuan sebagai deteksi dini sekaligus pencegahan terhadap hal yang tak diinginkan," katanya.

Sebelumnya, Ketua MUI Kuningan KH Dodo Syarif Hidayatullah menanggapi video asusila yang beredar di Kota Kuda yang melibatkan warga lanjut usia di Kecamatan Kadugede, Kuningan, Jawa Barat.

Video itu membuat prihatin kalangan pemuka agama di daerah.

"Ya kami sebagai pemuka agama sangat prihatin dengan peredaran video tersebut. Meski tidak tahu sebab akibat dari peredaran video itu, hubungan sesama jenis yang terkabar itu sangat tidak baik," kata KH Dodo Syarif Hidayatullah, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kuningan, saat dihubungi ponselnya, Rabu (15/12/2021).

Dengan munculnya kejadian demikian, Kerua MUI meminta kepada pemerintah dan lingkungan masyarakat untuk melakukan pengawasan ketat terhadap kalangan muda.

"Harus ada penanganan dari pihak berwenang dan kita pemuka agama meminta kepada pemerintah dan lingkungan masyarakat bisa mengedukasi warga sekitar."

"Tujuannya, supaya terhindar dari permasalahan sosial dan perbuatan maksiat yang dianggap keji," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved