Breaking News:

Migrant Day, Keluarga TKW Asal Cianjur yang Meninggal di Saudi Arabia Berharap Hak Korban Diberikan

Saat ditemukan, di tubuh Evi terdapat luka lebam. Saat ini kasus tersebut sudah dalam persidangan karena tersangkanya sudah tertangkap.

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
DPC Astakira Kabupaten Cianjur memberikan santunan kepada keluarga Evi di Ciranjang Kabupaten Cianjur 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Keluarga Evi Novianti (32), pekerja migran asal Cianjur yang ditemukan meninggal dunia diduga korban perampasan nyawa, berharap hak almarhumah dibayarkan oleh majikan.

Selama 11 tahun bekerja di Saudi Arabia, keluarga Evi hanya menerima Rp 30 juta.

Ibu almarhumah, Ai Rukiah (57), mengatakan keluarga sempat shock mengetahui Evi tewas dengan sejumlah luka lebam. Pasalnya, dua Minggu sebelum kejadian, Evi sempat berkabar melalui telepon dan seperti baik-baik saja tak ada masalah.

Baca juga: Banyak LPK di Indramayu Rekrut Calon TKI Tak Sesuai Prosedur, SBMI: Harus Jadi Perhatian Pemerintah

"Tak ada masalah, dua minggu sebelum meninggal anak saya sempat menelpon dulu dan mengabarkan semuanya baik-baik saja," ujar Ai ditemui di rumahnya si Kampung Kaum Kaler RT 03/15, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Rabu (15/12/2021).

Adik kandung almarhumah, Rifaldi (31), juga berharap peran serta semua pihak agar kasus perampasan nyawa kakaknya tersebut segera selesai dan keluarga mendapat hak yang seharusnya diterima kakaknya.

"Kakak saya sudah bekerja selama 11 tahun, namun pengakuan majikan katanya baru 9 tahun," kata Rifaldi.

Rifaldi mengatakan, kakaknya tersebut ditemukan pada 26 Maret tahun 2020 di area parkir sebuah rumah sakit di Riyadh.

Saat ditemukan, di tubuh Evi terdapat luka lebam. Saat ini kasus tersebut sudah dalam persidangan karena tersangkanya sudah tertangkap.

Ketua DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan, mengatakan di momen Migrant Day 2021 yang akan jatuh pada 18 Desember, ia bersama jajarannya mencoba berkeliling dan memberikan bantuan sembako kepada keluarga pegawai migrant yang meninggal dan sakit.

Baca juga: 36 Calon Pekerja Migran Indonesia yang Akan Ditempatkan Secara Ilegal Dikembalikan ke Daerah Asalnya

"Semoga dengan kegiatan ini menjadi contoh ke depan, kami selaku pemerhati pegawai migran di moment Migrant Day memberikan sedikit santunan kepada keluarga pegawai migrant yang bermasalah," katanya.

Ia mengatakan, mereka adalah pahlawan devisa yang sudah sepantasnya mendapat penghargaan atas jasanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved