Breaking News:

Lebih dari 8000 Pelanggan di Jabar Mengikuti Program Electrifying Agriculture

Didukung listrik PLN, mereka berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi guna mendongkrak produktivitas dan menekan biaya operasional sehingga keseja

PLN
Lebih dari 8000 Pelanggan di Jabar Mengikuti Program Electrifying Agriculture 

TRIBUNJABAR.ID, Hingga Oktober 2021, 8.592 pelanggan di Jawa Barat telah bergabung dalam program Electrifying Agriculture (AE) dan berhasil.

Program Electrifying Agriculture menjadi lompatan besar bagi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan (4 sektor) di Jawa Barat. Dari kisah-kisah yang dituangkan dalam buku "Petani Cerdas 4.0: Go Modern, Go Electrifying”, program yang digagas PT PLN (Persero) ini terbukti telah membawa keempat sektor ini menjadi lebih maju dan modern.

Para petani beralih ke alat-alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis listrik, dari sebelumnya memakai alsintan berbahan bakar fosil yang mahal dan merusak lingkungan.

Didukung listrik PLN, mereka berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi guna mendongkrak produktivitas dan menekan biaya operasional sehingga kesejahteraan kian meningkat.

Nurhidayanto Nugroho, Manager UP3 Garut, menjelaskan bahwa konsep Electrifying Agriculture adalah perubahan cara / metode produktiditas dari konvensional menjadi memakai tehnologi kelistrikan untuk meningkatkan produktifitas para petani/ peternak/ penambak/ pelaku usaha sektor perkebunan dan perikanan untuk berorientasi ke produktifitas lebih baik depan. Sehingga ke-4 sektor tersebut akan lebih maju, ekonomis dan lebih ramah lingkungan.

Nugroho menyebutkan, penambahan jumlah pelanggan Electrifying Agriculture (AE) Tahun 2021 s.d bulan Oktober adalah 1.574 pelanggan sehingga total yang mengikuti program tersebut sebanyak 8.592 pelanggan. Dari total tersebut, komposisi jumlah pelanggan terbanyak berasal dari sektor peternakan 59%, pertanian 20%, perikanan 16%, dan perkebunan 5%.

“Antusias pelanggan terhadap program ini di Jawa Barat sangatlah tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penambahan jumlah pelanggan sebesar 13,81% dibanding Jumlah Penambahan Pelanggan AE bulan September 2021 (1.383 pelanggan),” ujar Nugroho

Untuk konsumsi listrik pelanggan electrifying agriculture, komposisinya menunjukkan hal yang sama dengan jumlah pelanggannya dimana konsumsi listrik tertinggi berada di sektor peternakan sebesar 30.414.767 kWh; pertanian sebesar 11.299.705 kWh; perikanan 8.857.658 kWh; dan perkebunan 638.711 kWh.

Sementara itu, jumlah pelanggan electrifying agriculture di Garut sendiri sebanyak 451 pelanggan dengan konsumsi listriknya sebsesar 1.321.182 kWh.

Lebih lanjut, Nugroho menegaskan bahwa PLN berpartisipasi aktif di progam ini untuk menekan biaya operasi dan meningkatkan produktivitas petani. Dia berharap, program ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekononi serta kesejahteraan para petani.

Manfaat ini bukanlah isapan jempol belaka, pengelola Kebun Naga Purnama, Melani pun sudah merasakan sendiri manfaat dari program Electrifying Agriculture. Ia mengisahkan pengalaman  perkebunan berbasis energi listrik.

“Kami menggunakan LED untuk perkebunan ini. Lampu tersebut sangat membantu perkembangan perkebunan buah naga. Kalau tidak ada PLN, produktivitas akan menurun. Mungkin bila pakai led panen sebulan 2 kali, nah kalau tidak ada lampu, panen cuma sekali,” pungkasnya.

Program Electrifying Agriculture PLN telah membawa pertanian Indonesia semakin maju, mandiri dan modern.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved