Diiming-imingi Proyek, Dedi Asal Pangandaran Menjadi Korban Mafia Proyek, Merugi Puluhan Juta Rupiah

Diiming-iming proyek, seorang warga di Kabupaten Pangandaran diduga menjadi korban mafia proyek pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK).

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUN JABAR / TIAH SM
ILUSTRASI laporkan mafia 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN  - Diiming-iming proyek, seorang warga di Kabupaten Pangandaran diduga menjadi korban mafia proyek pembangunan sarana mandi, cuci, kakus (MCK).

Informasi yang diterima, modus dugaan penipuan mafia proyek berdalih akan memberikan puluhan paket proyek MCK yang bersumber dari Kementerian PUPR pusat dengan meminta uang puluhan juta rupiah dimuka kepada korban.

Dan mafia proyek tersebut, mengaku menjadi koordinator di kementerian PUPR pusat.

Korban mafia proyek ini bernama Dedi Setiadi warga Dusun Kemplung, Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa barat.

Dedi mengungkapkan, bahwa Ia menjadi korban penipuan proyek hingga mengeluarkan uang sebesar Rp 80 juta.

Kronologisnya, pada bulan September awal Ia kedatangan tamu berinisial IF yang berasal dari Tasikmalaya.

Yang tujuannya, menawarkan paket proyek MCK dari kementerian PUPR Pusat.

"Tak panjang pikir, saya pun langsung membayarkan sejumlah uang kepada dia (IF) sampai berkali kali, dibeberapa tempat melalui transaksi transfer sampai Rp 80 juta," ujarnya kepada wartawan melalui WhatsApp, Rabu (15/12/2021) siang.

Memang, ungkap Ia, setelah dicek kebenarannya program proyek pembangunan MCK dari Kementerian PUPR itu, benar ada.

"Namun, dikerjakan secara swakelola (dikerjakan oleh instansi pemerintah, lembaga atau kelompok) dan tidak dikerjakan oleh pihak ketiga (PT). Setelah ketahuan belangnya, akhirnya dia (IF) los kontak, nomor WhatsApp saya juga diblokir," katanya.

Ia pun mengaku, merasa jengkel dan mencoba datang menemui IF ke rumahnya di Tasikmalaya. 

"Tapi saat saya masih diluar, selang berapa menit dia (IF) menelpon namun yang bicara diawal bukan dia (IF), melainkan salah satu temannya berinisial R yang mengaku wartawan."

"Saat menelpon, R sangat meyakinkan program MCK yang dijanjikan ke saya itu akan keluar. Dan katanya, R siap untuk menjadi taruhannya," ucap Dedi.

Hingga berita ini ditulis, Dedi Setiadi yang diduga menjadi korban mafia proyek belum melakukan pelaporan ke pihak kepolisian. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved