Trauma Tsunami, Warga Gelar Tikar di Rumah Dinas Bupati Sikka saat Datang Gempa Susulan
Gempa bumi M 7,4 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (14/12/2021) pagi dan memicu potensi tsunami.
TRIBUNJABAR.ID- Gempa bumi M 7,4 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (14/12/2021) pagi dan memicu potensi tsunami.
Peringatan potensi tsunami itu berlaku di Sulawesi Selatan, NTT, Sulawesi Utara, NTB dan Maluku.
Sejak gema bumi pertama, sempat terjadi gempa susulan. Gempa susulan terjadi pada 16.31 sore dengan berkekuatan M 5,4 terasa di Flores Timur.
Baca juga: PENYEBAB GEMPA 7,4 Berpotensi Tsunami di Flores, Warga Bisa Tenang, BMKG Akhiri Peringatan Tsunami
Adapun pusat gempa susulan berada di 201 KM arah barat laut Larantuka Kabupaten Flores Timur dengan kedalaman 12 Km dan tak berpotensi tsunami.
Saat gempa susulan terjadi di Maumere Kabupaten Sikka, warga Kampung Wuring Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok mengungsi di Kantor Bupati Sikka.
Dikutip dari Kompas.com, mereka duduk beralas tikar dan terpal yang dibawa dari rumah.
"Pas gempa susulan, kami panik dan langsung mengungsi ke sini. Apalagi rumah kami berada di tepat pesisir pantai. Kami takut akan ada tsunami," ungkap Syahril, warga Wuring kepada awak media, Selasa sore.
Baca juga: Isu Karantina Mulan Jameela Jadi Sorotan, Wamenkes Sebut Bahkan Menteri Kesehatan Karantina 10 Hari
Ia mengatakan, warga masih trauma dengan peristiwa tsunami yang memporakporandakan Maumere pada tahun 1992 silam.
"Kami memilih untuk tetap di sini sampai tidak ada lagi gempa susulan," imbuh dia. Sementara itu pihak Pemerintah Kabupaten Sikka masih berkoordinasi menyiapkan tempat bagi warga yang mengungsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/gempa-larantuka.jpg)