Operasi Antik, Satres Narkoba Polres Sukabumi Kota Tangkap Tujuh Pengedar Sabu-sabu

Satresnarkoba Polres Sukabumi Kota menangkap sembilan pelaku terduga pengedar narkoba dan obat-obat terlarang.

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Anggota Polres Sukabumi Kota menggiring para pengedar obat terlarang dan sabu-sabu saat rilis kasus, Senin (13/12/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Satuan Rerserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sukabumi Kota menangkap sembilan pelaku terduga pengedar narkoba dan obat-obat terlarang.

"Dalam rangka operasi antik ini kami menangkap sembilan orang pelaku dari enam lokasi penangkapan yang berada di wilayah kami," ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sy Zainal Abidin, Senin (13/12/2021).

Dari sembilan pelaku, tujuh orang di antaranya berstatus pengedar narkotika jenis sabu-sabu.

Dua orang lainnya pengedar obat-obatan terlarang.

"Para pengedar jenis narkoba ini kita tangkap di wilayah Cisaat, Warudoyong, dan Cikole. Sedangkan dua orang pengedar obat-obatan ditangkap di Cikole, Kota Sukabumi," jelas Zainal. 

Barang bukti yang diamakan dari para pelaku yakni 201 butir Hexymer, 54 butir Dexamethasome, 4 butir Tramadol HCI, sabu-sabu 1 ons 1,21 gram, 24 botol miras berbagai merek, delapan unit handphone berbagai merek, dan tiga timbangan digital.

Selain itu satu unit sepeda motor merek Satria FU, uang hasil penjualan berjumlah Rp 149.000, dua buah alat isap sabu-sabu bong dan satu buah korek api.

"Berbagai barang bukti semuanya kita sudah kita amankan dari para pelaku baik dari pengedar obat-obat terlarang mau pun dari jenis narkoba," tutur Zainal.

Pelaku dijerat pasal 112 (1), 112 (2), 114 (2) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dan pasal 196, 197, UU  Nomor 36/2009 tentang Kesehatan.

Baca juga: Yana Mulyana Ajak Semua Elemen Wujudkan Mimpi Oded yang Belum Terealisasi, Masih Ada 21 Bulan

"Ancaman pelaku pengedar sabu-sabu 12 tahun penjara dan seumur hidup. Sedangkan pengedar obat-obatan terlarang ancamannya maksimal 12 tahun penjara," ucap Zainal. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved