Breaking News:

Guru Rudapaksa Santri

Korban Herry Wirawan Masih Trauma Berat, KPAID Kabupaten Tasik Belum Bisa Turun Tangan Bantu Ini

Sejauh ini pihak KPAID baru berkomunikasi dengan pihak keluarga. Korban adalah salah satu dari 21 total korban yang sudah diketahui.

Tribun Jabar/ Firman Suryaman
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Walau sudah menemukan satu korban tidakan biadab Herry Wirawan berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, pihak KPAID setempat belum bisa turun tangan.

Pasalnya, kondisi korban yang diketahui merupakan warga selatan Kabupaten Tasikmalaya ini hingga kini masih trauma dan belum bisa diajak komunikasi.

"Korban kondisinya masih sangat trauma sehingga kami belum bisa memulai penanganan," kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Senin (13/12/2021).

Baca juga: TERUNGKAP, Mengapa Para Korban Bisa Masuk Pesantren Milik Herry Wirawan, Ternyata Juga Tak Gratis

Sejauh ini pihak KPAID baru berkomunikasi dengan pihak keluarga. Dari komunikasi itu, diketahui korban tidak sampai hamil, seperti yang menimpa sejumlah korban lainnya.

"Namun aksi rudapaksa tetap terjadi. Hanya tidak sampai hamil," ujar Ato.

Korban adalah salah satu dari 21 total korban yang sudah diketahui.

Pihak KPAID sendiri hingga saat ini sudah mempersiapkan segalanya jika sudah bisa memulai penanganan korban.

"Kami sudah mempersiapkan segalanya. Tinggal memulai penanganan, menunggu kondisi psikis korban yang memungkinkan bisa dimulainya penanganan," kata Ato.

Menurut Ato, penanganan awal terhadap korban adalah memulihkan kondisi psikisnya terutama menghilangkan sedikit demi sedikit rasa trauma.

"Setelah itu mulai memastikan masa depan pendidikan dan sosialnya," ujar Ato.

Baca juga: Herry Wirawan Guru Hamili Banyak Santri di Bandung Dapat Karma dari Para Tahanan? Ini Keadaannya

Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemkab Tasikmalaya dalam upaya penanganan korban pasca jadi korban rudapaksa.

Pihak KPAID sendiri mengetahui ada salah satu korban berasal dari Kabupaten Tasikmalaya setelah menerima informasi beberapa hari lalu.

"Kami langsung berkomunikasi dengan pengacara para korban. Ternyata bisa dipastikan salah satu korban berasal dari selatan Kabupaten Tasikmalaya," kata Ato.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved