Gunung Semeru Meletus

UPDATE Korban Erupsi Gunung Semeru: 46 Orang Meninggal, 9 Orang Masih Hilang, 9.118 Orang Mengungsi

Per Sabtu (11/122021) pukul 18.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, tercatat 46 orang meninggal dunia

afp/adek berry
FOTO UDARA - Foto udara menunjukkan kerusakan parah dialami rumah-rumah di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang akibat letusan Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Terlihat wilayah dusun berubah menjadi kelabu karena semuanya tertutup abu vulkanik Gunung Semeru. Letusan Gunung Semeru ini mengakibatkan 34 warga meninggal dunia, 69 luka dan 16 lainnya hilang. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Peristiwa Gunung Semeru meletus meninggalkan duka bagi masyarakat yang terdampak.

Tak sedikit warga yang harus kehilangan saudara akibat menjadi korban erupsi Gunung Smeru.

Per Sabtu (11/122021) pukul 18.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, tercatat 46 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru.

Dilansir dari Kompas.com, BNPB pun mencatat ada sembilan warga yang masih dinyatakan hilang.

Baca juga: Bukannya Bantu Warga Korban Erupsi Semeru, Pria Ini Justru Jarah Warung Kosong, Aksi Kepergok Warga

"Dampak korban jiwa lainnya, sembilan jiwa masih dinyatakan hilang, sedangkan luka berat 18 jiwa dan luka ringan 11 jiwa," kata Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Abdul mengatakan, total jumlah warga yang mengungsi hingga saat ini sebanyak 9.118 orang.

Dari jumlah tersebut, tercatat 4.435 jiwa laki-laki dan 4.683 jiwa perempuan.

"Proses pendataan penyintas masih terus dimutakhirkan setiap harinya," ujarnya.

Abdul mengatakan, para pengungsi tersebar di 115 titik pos pengungsian di antaranya terpusat di 18 titik di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Pasirian 6 titik (2.081 jiwa), Candipuro 8 titik (3.538) dan Pronojiwo 4 titik (1.056).

Kemudian, 94 titik lain tersebar di Kabupaten Lumajang di antaranya Sukodono 10 titik (334 jiwa), Sumbersuko 8 titik (312), Lumajang 12 titik (380), Yosowilangun 4 titik (70), Pasrujambe 2 titik (197), Randuagung 9 titik (52), Senduro 7 titik (131),

Selanjutnya, Tekung ada 4 titik (68), Jatiroto 4 titik (90), Kunir 5 titik (171), Klakah 7 titik (55), Kedungjajang 9 titik (61 jiwa), Gucialit 2 titik (15), Tempusari 1 titik (21), Padang 4 titik (205), Ranuyoso 1 titik (31) dan Rowokangkung 5 titik (60).

Adapun warga yang mengungsi di luar Lumajang berada di Kabupaten Malang 2 titik (179) dan Probolinggo 1 titik (11).

Baca juga: Ingat Bocah yang Lari Kencang saat Erupsi Semeru? Begini Kondisinya Kini, Berlindung di Masjid

Menurut Abdul, Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) yang berada di bawah koordinasi Basarnas memfokuskan pencarian korban di tiga sektor.

Tim SAR tersebut, lanjutnya, terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan dan warga dibagi ke dalam empat grup.

"Grup pertama melakukan pencarian di Dusun Kajar Kuning dan Curah Kobokan, grup dua di daerah tambang Pasir H. Satuhan dan grup ketiga di Dusun Keboneli dan Kampung Renteng," ucapnya.

Di samping itu, Abdul mengatakan, pos logistik bantuan dipusatkan di Pendopo Bupati Lumajang, sedangkan Pos Pendukung Lapangan berada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

Lebih lanjut, Abdul menambahkan, selain pada operasi pencarian dan pertolongan, Posko juga mengutamakan pelayanan kepada warga terdampak serta pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak abu vulkanik.

"Pada upaya pelayanan warga, Posko utama tanggap darurat di Lumajang membuka pusat layanan atau call center di nomor 081234570077," ujar Abdul.

"Sehingga ini diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan dukungan pelayanan selama masa tanggap darurat hingga 17 Desember 2021," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE Korban Erupsi Semeru: 46 Orang Meninggal Dunia, 9 Orang Hilang"

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved