Seorang Ibu Terpaksa Jual Salah Satu Bayi Kembarnya, Alasannya Bikin Sedih

Seorang ibu mengaku terpaksa menjual salah satu bayi kembarnya dengan alasan yang bikin sedih

Editor: Siti Fatimah
Daily Mail/Michael P
Seorang ibu mengaku terpaksa menjual salah satu dari bayi kembarnya dengan alasan yang bikin sedih. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kisah pilu dialami seorang ibu rumah tangga di Afghanistan. Ia memiliki bayi kembar, namun terpaksa memisahkan dua bayi tersebut.

Ibu ini terpaksa menjual salah satu bayinya.

Ironisnya, alasan sang ibu menjual salah satu bayi kembarnya bikin sedih karena tak punya uang untuk makan.

Dengan menjual salah satu bayinya, ia berharap uangnya bisa untuk membeli makanan untuk bayinya yang lain.

Baca juga: Demi Sabu-sabu, Pasangan Muda di Palembang Ini Nekat Jual Bayi Mereka yang Masih Berusia 1 Bulan

Dikutip dari Tribunbogor, seorang ibu di Afghanistan terpaksa menjual salah satu bayi kembarnya agar bisa memberi makan bayi lainnya.

Dilansir Daily Mail, ibu 40 tahun asal provinsi Jawzjan ini menyerahkan satu bayinya kepada pasangan yang tidak punya anak dengan imbalan $104 (Rp1,5 juta).

Dengan uang itu, ia berharap bisa memberi makan keluarganya, yang memiliki 7 anak, selama 6 bulan ke depan.

Kekeringan yang berkepanjangan membuat pasangan suami istri ini tidak lagi bisa bertani sejak awal tahun ini.

Mereka lalu pindah ke kota terdekat, di mana suami dan putra sulung bekerja sebagai buruh sebelum Taliban mengambil alih Afghanistan.

PBB saat ini memperingatkan bahwa lebih dari setengah penduduk Afghanistan menghadapi krisis kelaparan musim dingin ini.

Masalah diperparah oleh fakta bahwa banyak lembaga bantuan meninggalkan negara itu ketika pemerintah runtuh dan keringnya bantuan internasional.

Baca juga: Pasien Tak Mampu Biaya Persalinan, Dukun Beranak Ini Jual Bayi Pasiennya

Nasib malang keluarga ini terungkap oleh organsisasi Save the Children, yang masih memiliki pekerja di lapangan yang membagikan makanan kepada mereka yang membutuhkan.

Berbicara kepada para pekerja amal, sang ibu menjelaskan bahwa dia melahirkan si kembar - laki-laki dan perempuan - sekitar empat atau lima bulan yang lalu, tak lama setelah mereka meninggalkan pertanian karena kekeringan.

Wanita itu menjelaskan bahwa semua pakaian anak-anaknya adalah pakaian bekas dan disumbangkan oleh penduduk setempat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved