Breaking News:

Akibat Cuaca Ekstrem, Panawangan Ciamis Dihantam Longsor Beruntun Beberapa selama 10 hari terakhir

Akibat cuaca ekstrem, setidaknya telah terjadi 3 kali becana longsor di Desa Mekarbuana, Panawangan, Ciamis.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Andri M Dani
Longsor akibat hujan deras di Ciamis 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Dalam sepuluh hari terakhir, di musim hujan dengan perubahan cuaca ekstrem sekarang ini, setidaknya telah terjadi 3 kali becana longsor di Desa Mekarbuana, Panawangan, Ciamis.

Pada Rabu (1/12) pukul 00.00 dinihari, dua rumah di Dusun Cimaneum Rt 03 RW 05 Desa Mekarbuana Panawangan rusak parah tertimpa longsor. Masing-masing rumah Toto (42) dan rumah Rina.

Rumah yang dihuni Toto sekeluarga malah sampai ambruk dihantam longsor tebing.

“Empat rumah lainnya terancam. Pak Toto dan Ibu Rina sekeluarga sampai hari ini masih mengungsi di rumah saudaranya,” ujar Sekdes Mekarbuana, Asep Kuswandi kepada Tribun, Sabtu (11/12).

Baca juga: Diguyur Hujan Deras Jumat Malam, Sabtu Pagi Tebing Desa Mekarjaya Sukabumi Longsor

Sementara itu di Dusun Cogreg Rt 01 RW 07 Desa Mekarbuana pada waktu nyaris bersamaan, Rabu (1/12) dini hari, dua rumah warga juga rusak dihantam longsor. Masing-masing rumah yang ditempati Hadi dan Amoy sekeluarga.

“Kedua korban sekeluarga juga masih menghungsi. Di lokasi Dusun Cogreg tersebut 3 rumah lainnya juga terancam. Total ada 7 rumah yang terancam di dua lokasi longsor tersebut,” katanya.

Yang dikhawatirkan warga, menurut Asep, terjadinya longsor susulan. Mengingat hampir setiap hari hujan deras turun mengguyur kadang disertai angin kencang dan petir.

Kekhawatiran warga menjadi kenyataan. Jumat (10/12) malam sekitar pukul 19.00 malam longsor yang lebih besar terjadi di Blok Siwur Dusun Cogreg Rt 01 RW 07.

Tebing setinggi 20 meter di Blok Siwur longsor sepanjang 50 meter, menimbun jalan desa yang menghubungkan Cogreg – Cimaneum. Puing longsor menimbun jalan desa sepanjang 50 meter dan ketinggian timbunan mencapai 7 meter.

Jalur Cogreg-Cimaneum putus total, bahkan tidak bisa dilewati pejalan kaki. Longsor juga menimbun 2 hektare sawah berikut kebun jahe.

Lokasi longsor cukup jauh dari pemukiman warga. Tidak ada rumah warga yang terancam.

“Akibat longsor tadi malam, jembatan Siwur terkubur dan selokan di bawah juga tertimbun dan terbendung hingga airnya meluap ke sawah warga,” jelasnya.

Baca juga: Tebing Setinggi 20 Meter Longsor di Panawangan Ciamis, Jembatan Siwur Terkubur

Menyusul kejadian tersebut, puluhan warga sejak Sabtu (11/12) pagi bergotong royong bersama relawan Tagana menyingkirkan puing-puing timbunan longsor secara manual pakai pacul dan linggis.

“Targetnya bisa dilewati pejalan kaki dulu. Kasihan kan kalau warga Cogreg yang mau ke balai desa di Cimaneum harus berputar jauh melalui jalan alternatif. Demikian juga anak-anak di Dusun Cimaneum yang mau sekolah di SD di Cogreg, juga harus memutar jauh. Kasihan,” ujar Asep Kuswandi

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved