Breaking News:

Pura-pura Tersesat dan Tanya Jalan, Buruh di Kabupaten Cirebon Nekat Jambret Ponsel di Siang Bolong

Nahas, aksi tarik-menarik tersebut membuat pelaku yang masih berada di atas sepeda motor terjatuh akibat kehilangan keseimbangan.

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (kedua kanan), beserta jajarannya saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (10/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Petugas Polresta Cirebon meringkus buruh berinisial AA (30) yang nekat menjambret ponsel di siang bolong.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, saat kejadian warga Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, itu berpura-pura tersesat.

Menurut dia, AA pun bertanya arah jalan kepada warga yang kebetulan berada di toko kelontong di kawasan Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, kira-kira pukul 10.00 WIB.

"Saat itu, pelaku melihat korban memberi tahu jalan sambil memainkan ponselnya," ujar Arif Budiman saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (10/12/2021).

Ia mengatakan kondisi sekitar yang tergolong sepi membuat niat jahat pelaku muncul untuk menjambret ponsel korban.

Baca juga: Jambret Sadis Seret Korbannya di Aspal hingga Pingsan, Kini Masih Koma di Rumah Sakit

Saat itu, AA berusaha merebutnya dan sempat terjadi aksi tarik-menarik ponsel karena korban enggan melepaskannya begitu saja.

Nahas, aksi tarik-menarik tersebut membuat pelaku yang masih berada di atas sepeda motor terjatuh akibat kehilangan keseimbangan.

Melihat AA terjatuh, korban langsung berteriak sehingga menarik perhatian warga dan berdatangan kemudian mengamankan pelaku.

Warga yang berhasil mengamankan AA pun menyerahkannya kepada petugas Polsek Weru untuk diproses hukum karena telah menjambret ponsel.

"Kami telah mengamankan pelaku dan barang bukti berupa satu unit ponsel, sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi, serta lainnya," kata Arif Budiman.

Akibat perbuatannya, AA yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh harian lepas tersebut dijerat Pasal 365 KUHP dan diancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved