Breaking News:

Keluarga Korban Penyiraman Air Keras Tepis Tuduhan Pelaku, Bantah Tekan Terkait Uang Bulanan

Keluarga korban menyebut, hal tersebut hanya akal akalan tersangka atau sebagai cara pelaku untuk memperingan hukuman akibat perbuatannya.

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan, memperlihatkan barang bukti dari kasus penyiraman air keras terhadap seorang istri di Cianjur hingga meninggal dunia. Ekspose digelar Mapolres Cianjur, Selasa (7/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pihak keluarga korban istri yang disiram air keras oleh sang suami, WNA asal Arab Saudi AL (46), membantah telah menekan tersangka untuk memberi sejumlah uang dan janji

Keberatan yang disampaikan keluarga di antaranya adanya pengakuan dari tersangka bahwa mertua atau ibu Sarah sering menekan agar memberikan uang bulanan dengan nominal besar.

Hal tersebut disampaikan oleh paman korban, Rizwan Maulana.

Baca juga: Polisi Pastikan Sarah Korban Penyiraman Air Keras di Cianjur Berstatus Istri Siri, Ini Motif AL

"Intinya pihak keluarga terutama ibu korban tidak terima disebut menekan pelaku untuk memberikan jumlah nominal uang bulanan kepadanya," katanya melalui sambungan telepon, Kamis (9/12/2021).

Rizwan menyebut, hal tersebut hanya akal akalan tersangka atau sebagai cara pelaku untuk memperingan hukuman akibat perbuatannya.

"Di situ ada unsur pembelaan dari pelaku, menghalalkan segala cara agar hukumannya lebih ringan," katanya.

Menurutnya, hal tersebut berefek kepada banyaknya masyarakat yang menyudutkan keluarga.

"Pas dengan berita tersebut pihak keluarga terutama kakak saya marah karena banyak netizen di media sosial yang menyerang," ujarnya.

Untuk mengklarifikasi pengakuan pelaku, pihak keluarga akan menjadwalkan jumpa pers dengan para awak media.

"Nanti saya akan jumpa pers dan didampingi kuasa hukum dari P2TP2A, ibu Lidya. Untuk jadwalnya minggu depan nanti akan dikasih tahu kepada semua wartawan," katanya.

Baca juga: Kejahatan Luar Biasa di Cianjur, Air Keras Masuk ke Mulut Sarah setelah Disiram si Pria Arab Saudi

Kuasa hukum korban, Lidya Indayani Umar menilai, pengakuan tersangka berdasarkan penyidikan yang dilakukan kepolisian hanya pembelaan diri saja.

"Saya menganggap ini adalah bentuk pembelaan diri tersangka saja, sementara itu proses hukum belum selesai, nanti kita akan buktikan di persidangan ucapan tersebut dengan saksi dan juga bukti surat dari terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur," katanya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved