Breaking News:

Cina Ganggu Natuna

Cina Ganggu Natuna, Pengamat: Jangan Dihiraukan, Kalau Mereka Yakin Pasti Kirim Kapal Penjaga

Guru Besar Undip Eddy Pratomo mengatakan protes Cina tak perlu dilayani.

Editor: taufik ismail
tribun medan
Laut Natuna Utara 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Cina mencoba mengganggu kedaulatan Indonesia dan memprotes pengeboran di Laut Natuna Utara.

Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Diponegoro (Undip) Eddy Pratomo, Indonesia tidak perlu menanggapi protes Cina tersebut.

Lokasi pengeboran terletak di landas kontinen.

Pada 2003, Indonesia-Vietnam sudah menyepakati perbatasan itu.

”Kesepakatannya sudah diratifikasi DPR. Dasar tindakan Indonesia sangat kuat, baik menurut hukum nasional maupun internasional,” katanya di sela-sela jumpa media yang digelar Kementerian Luar Negeri RI, Senin (6/12/2021), dilansir dari Kompas.id.

Sebelumnya, pada akhir November 2021, Beijing diketahui mengirimkan nota protes atas pengeboran eksplorasi di Blok Tuna.

Protes terungkap setelah pengeboran selesai pada 19 November lalu.

Pengeboran untuk mengetahui cadangan minyak dan gas di lokasi tersebut berlangsung pada Juni-November 2021.

Menurut Eddy yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, tidak ada dasar protes Cina pada pengeboran itu.

Dari sisi hukum internasional dan kondisi faktual, dasar protes Cina amat lemah.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved