Senin, 1 Juni 2026

Berbekal Bambu, Oman di Kuningan Sendirian Hajar Tiga Begal Sadis

Tiga begal blingsatan kabur saat dihajar Oman seorang diri di Jalan Gardu Sari Desa Silebu Kecamaan Pancalang Kabupaten Kuningan.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mega Nugraha
Thinkstock via Kompas.com
ilustrasi begal 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID,KUNINGAN - Tiga begal blingsatan kabur saat dihajar Oman seorang diri di Jalan Gardu Sari Desa Silebu Kecamaan Pancalang Kabupaten Kuningan.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/12/2021) dini hari. Devit Darmawan, warga Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kuningan jadi korban.

Saat itu, Oman sedang di musala yang lokasinya dekat dengan lokasi pembegalan. Kemudian mendengar suara teriakan minta tolong.

Baca juga: Artis Pamer Harta Kekayaan Diincar Perampok, Polisi Ingatkan Pepatah Terkenal Dalam Dunia Kriminal

"Iya saat mendengar jeritan minta tolong, korban terluka di bagian punggung akibat serangan bekal yang menggunakan celurit dan sangkur," ungkap Oman (42) warga Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kuningan, Selasa (7/12/2021).

Oman mengatakan, upaya menolong korban serangan begal itu, muncul sesuai melaksanakan salat Shubuh di Musola yang tak jauh dari lokasi aksi begal.

"Iya pas usai salat shubuh mau berdoa, saya dengar orang minta tolong sembari berteriak maling, maling, gitu," kata Oman lagi.

Tidak menunggu lama setelah mendengar suara korban, Oman bergegas dan mengambil potongan bambu di lokasi sekitar untuk melawan begal tersebut.

Baca juga: KABAR GEMBIRA Bansos Tunai Rp 300 Ribu-Rp 3 Juta Dari Pemprov Jabar, Begini Cara Pencairannya

"Saya tarik korban dan pukul begal dengan potongan bambu hingga begal bertiga itu kabur," katanya.

Bersamaan tadi, kata Oman melihat korban terkulai dan pingsan. Kemudian tidak lama berselang, sejumlah warga lain dan saudara korban langsung evakuasi korban begal ke rumah sakit di Cirebon.

"Sewaktu mengantarkan korban ke rumah sakit, saya tidak ikut. Namun korban terlihat lemas mungkin pingsan juga," katanya.

Korban Luka Akibat Sabetan Benda Tajam

"Iya sehabis mendapat perawatan medis, anak saya terluka akibat kena rusuk sangkar dan bacokan celurit oleh pelaku begal tadi pagi. Ada 87 titik jahitan di bagian punggung dan leher belakang," kata Sri Koncara yang juga Ibu kandung korban saat ditemui dirumahnya, Senin (6/12/2021).

Saat sebelum kejadian, saat begal datang dan mau merampas Nmax, anaknya akan menyerahkannya. Namun, anaknya justru dianiaya gunakan senjata tajam.

Baca juga: BIN Jabar Lanjutkan Vaksinasi Covid 19 di Sukabumi, Kuningan Hingga Cirebon

"Anak saya melawan si begal itu. Ya sempat duel satu lawan satu sama anak saya, namun dua temannya lagi nyusul dan menyerang anak saya hingga anak saya teriak minta tolong, tolong," ujarnya.

Tidak lama dari jeritan korban minta tolong, datang warga dari musala menolong.

"Ya waktu minta tolong, ada Mang Oman datang membantu anak saya hingga tiga orang begal dalam satu motor itu kabur, dan meninggalkan celurit dan sangkur yang digunakan begal tadi," katanya.

Kapolsek Pancalang, Iptu Ahmad Mukhsin membenarkan adanya peristiwa itu.

"Terkait kejadian hingga ada korban luka akibat bacokan, itu korban berhasil dari tindakan orang tak dikenal dengan percobaan perampasan dengan kekerasan," kata Mukhsin.

Mukhsin menyebut untuk korban akibat percobaan perampasan dengan kekerasan itu adalah warga Desa Silebu, Kecamatan Pancalang.

"Nama korban Devit Dermawan dan kini sudah mendapat perawatan medis, juga sudah ada dirumahnya," katanya.

Mengenai waktu kejadian, kata Kapolsek Mukhsin mengungkapkan bahwa itu berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB.

Dari keterangan korban, pelaku sudah mengikuti dari SPBU Caracas.

"Ya korban sebelumnya dibuntuti pelaku dan saat di lokasi kejadian, korban kena bacokan 8 kali hingga mengalami luka serius. Nah, saat kejadian ada warga lain bantu korban hingga pelaku kabur," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved