Breaking News:

Mensos Risma Datangi Anak Disabilitas Korban Penganiayaan di Sukabumi, Ini yang Disampaikan

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendatangi M alias Oca (13) anak laki-laki penyandang disabilitas yang jadi korban penganiayaan.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
HO Kementerian Sosial RI
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendatangi M alias Oca (13) anak laki-laki penyandang disabilitas yang jadi korban penganiayaan asal Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (3/12/2021).

Ia datang untuk meminta izin ke keluarga korban agar korban dirawat di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Phala Martha di Jl Perintis Kemerdekaan No.130, Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Diketahui, saat ini korban tinggal bersama kakeknya bernama Udih (94) karena orang tua korban sudah tidak ada.

Mensos pun mengajak kakek korban untuk sama-sama tinggal di balai.

"Yang pertama saya tidak ingin memisahkan antara Oca dan kakeknya. Kakeknya sendiri tadi diasesmen oleh staf saya itu takut karena usianya udah 90 tahun lebih, takut nanti Oca ini dengan siapa. Nah, dari asesmen itu saya di jalan berpikir, saya enggak mungkin memisahkan antara Oca dengan kakeknya karena saya yakin mereka sudah menjadi satu," ujarnya kepada wartawan.

"Karena itu kemudian, tapi sebetulnya kakeknya ikhlas kalau Oca dirawat di balai. Tapi saya sampaikan, saya tidak mau kalau hanya Oca. Pasti Oca akan cari kakeknya. Kakeknya juga pasti akan kesepian karena enggak ada Oca. Karena itu tadi saya rayu, saksinya Pak Sekda, saya merayu untuk kakek juga ikut, alhamdulillah setuju," ucap Risma.

Baca juga: Penjelasan Mensos Bu Risma Paksa Penyandang Disabilitas Tunarungu Berbicara

Mensos menyampaikan bahwa kakek Oca juga meminta izin anaknya. Ia mengatakan, keluarga menyetujui Oca dan kakeknya tinggal di balai.

"Kesimpulannya Oca dengan kakek akan kita ajak ke balai, nanti diantar oleh kepala desa, diantar oleh putra-putrinya. Kenapa, saya jelaskan Oca ini bisa bicara, cuma karena tidak terlatih sehingga bicaranya sedikit. Karena itu kalau di balai maka kita akan bisa terapi, jadinya dia bisa bicara kembali," ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved