Breaking News:

Warga Sukawening Garut Krisis Air Bersih di Tengah Kesulitan Terdampak Banjir Bandang

Korban terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah, Kabupaten Garut kekurangan air bersih.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Sidqi Al Gifari
Korban terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah, Kabupaten Garut kekurangan air bersih dan tiap hari harus mengantri dapat air bersih. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Sidqi Al Ghifari

 
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Korban terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah, Kabupaten Garut kekurangan air bersih.

Krisis air bersih tersebut lantaran pipa penyalur dari mata air Jumre terputus akibat hantaman banjir bandang yang pada Sabtu (27/11/2021).

"Sumber air terputus karena tergerus dan ada pipa yang hilang, di atas juga ada penampungan air yang hilang terbawa hanyut," ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan saat diwawancarai Tribunjabar.id, Jumat (3/11/2021) 

Rudy Gunawan menjelaskan saat ini perbaikan pipa yang rusak sedang dilakukan untuk segera menyalurkan kembali air yang selama ini dipakai oleh masyarakat.

Baca juga: Anak Kelainan Mental di Sukabumi Dianiaya: Kuku Jari Kaki Dicabut dan Ada Luka Bakar di Mulut

"Kita sementara drop air dulu, kami punya empat tangki air, sampai selesai perbaikan pipa," ucapnya.

Selain sumber air dari mata air Jumre, warga memiliki sumur-sumur sendiri.  Namun sumur-sumur tersebut belum bisa dipergunakan lantaran masih kotor terdampak banjir bandang

Komandan KSR Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Sukawening, Muhamad Solehudin mengatakan saat ini pihaknya terus menambah suplai air karena permintaan dari warga cukup banyak.

Selama masa tanggap darurat, PMI mendistribusikan air sebanyak 4.500 liter air untuk kebutuhan warga terdampak banjir.

Baca juga: Kata Disdukcapil Sumedang Soal Buruk dan Tak Jelasnya Pengurusan eKTP di Kantor Kecamatan Jatinangor

"Ini tiap hari kita suplai karena permintaan dari warga sangat banyak," ujarnya.

Soleh menjelaskan saat ini seluruh relawan yang ada di lokasi banjir bandang terus melakukan upaya pemulihan, diantara masih fokus melakukan pembersihan dan pencegahan terhadap penyakit.

"Sekarang kegiatan kita juga fogging, untuk cegah nyamuk," ucapnya.

Selain itu, saat ini menurut Soleh banyak warga yang mengeluh gatal-gatal dan diare.

"Banyak yang mengeluh gatal-gatal dan diare. Kita sigap, bekerjasama dengan puskesmas," ucap Soleh.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved