Breaking News:

Sekjen FSPMI Sebut Harga Pakan Ternak Lebih Mahal Dibanding Kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022

Dalam SK itu, UMK Kabupaten Cirebon 2022 ditetapkan sebesar Rp 2.279.982, sedangkan UMK tahun ini Rp 2.269.556 sehingga kenaikannya hanya Rp 10.426.

Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
ILUSTRASI - Ribuan buruh terjebak di perempatan lampu merah Kecamatan Jatiwangi, tepatnya di Jalur Nasional Cirebon-Bandung, Kabupaten Majalengka, buntut pergerakan menuju Kantor Bupati Majalengka, Rabu (24/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya, M Machbub, menyebut harga pakan ternak lebih mahal dibanding kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022.

Pasalnya, berdasarkan Surat Keputusam (SK) Gubernur Jawa Barat Nomor 561/Kep.732-Kesra/2021 UMK Kabupaten Cirebon 2022 hanya naik Rp 10 ribu.

Dalam SK itu, UMK Kabupaten Cirebon 2022 ditetapkan sebesar Rp 2.279.982, sedangkan UMK tahun ini Rp 2.269.556 sehingga kenaikannya hanya Rp 10.426.

Baca juga: Respon Bupati Majalengka saat Tahu UMK Majalengka Cuma Naik Rp 18 Ribu

Bahkan, menurut dia, nilai kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022 tidak mencukupi sekadar untuk membeli satu bungkus pakan ternak.

"Kalau Rp 10 ribu, harga pakan burung saja masih lebih mahal, enggak bakal cukup," ujar M Machbub saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Jumat (3/12/2021).

Ia mengatakan, kenaikan UMK Kabupaten Cirebon sangat tidak manusiawi bagi para buruh yang selalu dituntut produktif dalam bekerja setiap hari.

Jika jumlah tersebut dibagi 25 hari kerja dalam satu bulan, maka rata-rata setiap harinya buruh di Kabupaten Cirebon hanya mendapatkan Rp 417.

Padahal, menurut dia, perusahaan mendapatkan banyak keuntungan dari hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan pekerjanya.

Karenanya, pihaknya menolak kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022 yang dinilai tidak manusiawi dan tidak akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup para buruh serta keluarganya.

"Kami tetap berpegang teguh agar kenaikan UMK didasarkan pada survei 64 item kebutuhan hidup layak (KHL) sesuai Permenaker Nomor 18 Tahun 2020," kata M Machbub.

Machbub mengklaim telah menyurvei Pasar Pasalaran Plered, Pasar Minggu Palimanan, dan Pasar Arjawinangun untuk mengetahui angka ideal kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022.

Baca juga: Tepis Tudingan Bersyukur di Atas Penderitaan Buruh Usai Terkait UMK di Majalengka, Ini Kata APINDO

Hasil survei di tiga pasar tersebut, kenaikan UMK Kabupaten Cirebon 2022 berada di angka 10 persen atau kira-kira Rp 226 ribuan dibanding tahun ini.

"Saat ini, kenaikan UMK yang ditetapkan hanya 0,4 persen atau Rp 10 ribu, untuk bayar makan di warung saja tidak cukup," ujar M Machbub.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved