Breaking News:

Panitia Pembangunan Musala Terima Uang Mainan, Ketahuan saat Belanja di Toko Bangunan

Sempat semringah terima 75 lembar pecahan 50 ribu untuk pembangunan musala, ternyata uang tersebut uang mainan.

Editor: Mega Nugraha
Kompas.com/Ari Himawan
Subadri panitia pembangunan Musala di Desa Lebo, Warungasem Kabupaten Batang Jawa Tengah menunjukkan uang mainan yang disumbang salah seorang warga( 

TRIBUNJABAR.ID- Sempat semringah terima 75 lembar pecahan 50 ribu untuk pembangunan musala, ternyata uang tersebut uang mainan.

Hal itu dialami panitia pembangunan Musala Baiturohman di Desa Lebo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Mereka memang membuka sumbangan untuk pembangunan musala. Suatu ketika, mereka mendapat sumbangan dari seorang pria.

Baca juga: Sepulang Sekolah Cari Rongsokan Bocah 9 Tahun di Pangandaran itu Menahan Dingin di Taman Tugu Marlin

Saat itu, pria tersebut memberi sumbangan berupa uang di dalam amplop. Saat dilihat, isinya 75 lembar pecahan Rp 50 ribu.

Ketua panitia pembangunan musala, Subadri, semringah dan langsung menggunakannya untuk membeli sejumlah material bangunan ke toko bangunan.

"Awalnya kami mendapat uang dalam amplop dari pria pakai masker. Katanya sumbangan untuk musala. Terus kami buka ada 75 lembar pecahan Rp 50 ribu dan langsung ke toko material," kata Subadri dikutip dari Kompas.com, Kamis (2/12/2021).

Saat itu, di toko bangunan, dia kaget bukan main pemilik toko bangunan tak bisa menerima uang mainan itu. Dia bersama panitia tidak melihat begitu jelas adanya tulisan bahwa itu adalah uang mainan.

Baca juga: Sedihnya Nora Alexandra Suaminya, Jerinx Ditahan: Baru Bebas Harus Masuk Lagi

"Sudah 14 bulan kami warga di sini membangun musala dengan anggaran kira-kira Rp 240 juta. Uangnya didapat dari sumbangan dan donatur," tambah dia.

Dengan adanya kejadian ini Subadri dan panitia lain mengaku ikhlas.

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved