Breaking News:

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sumedang Meningkat, TP2TPA Siapkan Buku Pencegahan

Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA) Kabupaten Sumedang mencatat kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan meningkat

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Ketua TP2TPA Kabupaten Sumedang, Samantha Dewi 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA) Kabupaten Sumedang mencatat kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terjadi di wilayahnya meningkat.

Informasi yang dihimpun TribunJabar.id, terdapat 15 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada 2021. Jumlah ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

Ketua TP2TPA Kabupaten Sumedang, Samantha Dewi mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumedang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. 

"Setiap tahun meningkat, namun tidak terlalu signifikan. Hingga saat ini total ada 15 kasus, yang paling mendominasi adalah kasus kekerasan terhadap anak," kata Samantha Dewi saat diwawancara TribunJabar.id di Cimanggung, Sumedang, Kamis (2/12/2021). 

Menurut istri Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan ini menyebutkan, pihaknya juga terus berupaya menekan terjadinya kasus kekerasan pada perempuan dan anak di wilahnya.

Salah satunya dengan menerbitkan buku panduan untuk pencegahan tindak kekerasan anak dan penyimpangan seksual anak.

"Kami (TP2TPA Sumedang) terus berusaha menurunkannya, namun kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan selalu ada. Mudah-mudahan dengan diterbitkannya buku panduan tersebut bisa membantu 
pelaku maupun korban kekerasan untuk lebih waspada lagi, " katanya. 

Samantha menuturkan, kasus kekerasan pada perempuan di Sumedang terjadi akibat urusan dalam rumah tangga, dan salah satu di antaranya yang menjadi korban kekerasan adalah suaminya. 

Selain itu, kata dia, kasus kejahatan seksual terhadap anak masih mendominasi di Sumedang, di antaranya kasus sodomi terhadap anak di bawah umur. 

Kemudian, lanjut Samantha, kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah kandungnya terhadap anaknya, dan kekerasan seksual yang dilakukan kakeknya terhadap cucunya pun telah terjadi di Sumedang. 

"Setiap bulan kasus selalu ada, namun dari sejumlah kasus yang kami tangani tidak semuanya berasal dari Sumedang, tetapi ada beberapa kasus limpahan dari TP2TPA Jawa Barat dan Sleman, Yogyakarta, " ucapnya. 

Samantha meminta warga Sumedang untuk meningkatkan kewaspadaan lantaran pelecehan seksual terhadap anak berpotensi tinggi karena anak merupakan kelompok yang rentan. 

"Pelakunya bukan hanya orang asing atau tidak mereka kenal, tapi bisa juga dilakukan keluarga, teman, tetangga atau orang-orang terdekat mereka," ujarnya.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved