Breaking News:

UMK Ciamis Terkecil Ketiga di Jabar, Ketua Apindo Ciamis: Sesuai Usulan Dewan Pengupahan

UMK Ciamis untuk tahun 2022 tersebut terkecil ke-3 se Jawa Barat, sedikit lebih dari Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar yang berada terbawah.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Andri M Dani
Ketua Apindo Ciamis, R Ekky Bratakusumah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS– Gubernur Jabar lewat Surat Keputusan Nomor 561/Kep 732-Kesra /2021 tanggal 30 November 2021 tetah menetapkan besar UMK kabupaten/kota di Jabar untuk tahun 2022, termasuk UMK Ciamis Rp 1.897.867,14.

UMK Kabupaten Ciamis untuk tahun 2022 tersebut terkecil ke-3 se Jawa Barat, sedikit lebih dari Kabupaten Pangandaran (Rp 1.894.364,08) dan Kota Banjar (Rp 1.852.099,52) yang berada paling bawah.

Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Ciamis R Ekky Bratakusumah, UMK Kabupaten Ciamis yang sudah ditetapkan gubernur Jabar tersebut sesuai dengan besar UMK yang diusulkan Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Ciamis seperti yang disampaikan kepada bupati.

“Besar usulan UMK Ciamis yang  sudah diputuskan pada rapat pleno Dewan Pengupahan pada Senin (22/11/2021) sore lalu yakni Rp 1.897.867,14. Angka tersebut sama dengan besaran UMK Ciamis yang sudah ditetap gubernur tadi malam,” ujar Ketua Apindo Ciamis, R Ekky Bratakusumah kepada Tribun Jabar, Rabu (1/12/2021).

Usulan UMK hasil rapat pleno Dewan Pengupahan Kabupaten Ciamis tanggal 22 November sore di SKB (bekas BKD) Ciamis tersebut, menurut Ekky, dihitung berdasarkan ketentuan PP No 36 tahun 2021.

Baca juga: UMK Karawang 2022 Batal Naik Tinggi, Bupati Usulkan Kenaikan 7,68%, Ini Keputusan Gubernur Jabar

Ada kenaikan sebesar 0,92 % dibanding UMK tahun 2021 yakni sebesar Rp 880.654. “Ada kenaikan sebesar Rp 17.212 atau 0,92%,” katanya.

Pertimbangan adanya kenaikan sebesar 0,92% tersebut, menurut Ekky, mengingat kondisi ekonomi sudah mulai bangkit. Di samping itu besar inflasi lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi.  

Kenaikan sebesar Rp 17.212,14 (0,92%) tersebut, ucapnyn, sudah disepakati bersama oleh komponen Depekab Ciamis yang melibatkan Apindo, KSPSI, perwakilan dari perguruan tinggi serta Disnaker, Disperindagkop UMKM, Kesra, dan BPS.

“Waktu itu (pleno penetapan besar usulan UMK) semuanya sudah sepakat. Perwakilan pengusaha sepakat, perwakilan serikat pekerja sudah sepakat. Sekarang ketika besar UMK sudah ditetapkan sudah tidak ada masalah, semuanya sudah sepakat,” ujar Ekky.

Dengan adanya kesepakatan sejak awal tersebut, menurut Ekky, begitu gubenur menetapkan UMK Kabupaten Ciamis sebesar Rp 1.897.867,14 di Ciamis sudah tidak ada masalah.  Nyaris tidak ada gejolak.

“Sampai hari ini tidak ada gejolak, kondusif. Tinggal penerapan UMK-nya mulai awal Januari 2022 nanti,” katanya.

UMK Rp 1.897.867,14 tersebut, ucapnya, berlaku bagi pekerja dengan masa kerja di bawah 1 tahun, sedangkan pekerja yang masa kerjanya lebih dari 1 tahun diatur sesuai ketentuan skala upah.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved