Breaking News:

Belasan Balita dan Ibu di Garut Kota Keracunan, Usai Santap Makanan Tambahan dari Puskesmas

Balita dan ibu-ibu tersebut sebelumnya mendapat makanan tambahan dari puskesmas.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Dok Ketua Rw
Warga yang mengalami keracunan di Garut Kota. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Belasan balita dan ibu-ibu mengalami keracunan seusai menyantap makanan tambahan gizi yang diberikan oleh Puskesmas Guntur, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Belasan balita tersebut mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Garut Kota.

Ketua RW Cendramerta, Rohmat, mengatakan ada 19 orang yang mengalami keracunan di antaranya balita dan ibu yang berasal dari rukun warga di Kelurahan Garut Kota.

"Balita dan ibunya ada 19 orang yang keracunan, sempat dirawat dulu di Puskesmas Guntur, ada juga yang dipindahkan ke beberapa rumah sakit di kota," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya gejala keracunan yang dialami warganya diketahui setelah menyantap hidangan gizi dari salah program dari kader Puskesmas Guntur.

Makanan tambahan gizi berupa daging, tempe dan sayur tersebut diberikan kepada balita dan ibu pada Selasa (30/11/2021) pagi.

"Diberikan makanan tambahan gizi jam sembilan pagi Selasa, kemudian mereka mengeluh muntah-muntah di sore harinya, akhirnya di bawa ke Puskesmas," ucapnya.

Puskesmas Guntur mengkonfirmasi ada 14 orang yang alami gejala keracunan, hingga saat ini tinggal dua orang balita yang masih mendapat perawatan intensif.

Kepala Puskesmas Guntur Kurniadin menjelaskan kejadian keracunan tersebut berawal dari pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita di wilayah kerja Puskesmas Guntur.

"Itu memang pemberian PMT untuk balita di wilayah kerja Puskesmas Guntur dan itu program Kemenkes," ujarnya saat dikonfirmasi.

Namun terkait dugaan keracunan dari PMT tersebut pihaknya belum bisa menjelaskan lebih jauh lantaran sampel makanan harus diuji dulu di laboratorium.

"Untuk saat ini tentunya kami tidak bisa memberikan penjelasan, karena mengenai makanan tentunya harus melihat hasil dari laboratorium," ucapnya.

Baca juga: Warga Desa Kalaparea Sukabumi Dikabarkan Keracunan Makanan Hajatan, Ini Kata Kapolsek Nagrak

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved