Breaking News:

UMK Karawang Sempat Diusulkan Naik Jadi Rp 5,1 Juta, Namun Ditolak Mentah-mentah Oleh Sosok Ini

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang mengakui, rekomendasi usulan kenaikan UMK Kabupaten Karawang ditolak.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Giri
Image by Mohamad Trilaksono from Pixabay
Ilustrasi upah - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang mengakui, rekomendasi usulan kenaikan UMK Kabupaten Karawang ditolak. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang mengakui, rekomendasi usulan kenaikan UMK Kabupaten Karawang ditolak.

Sekretaris Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi, mengungkapkan, sebelumnya usulan UMK Karawang naik sebesar 5,27% atau menjadi Rp 5.051.183.

Namun, kemudian direvisi menjadi 7,68 persen yakni sekitar Rp 5.166.822,36.

Akan tetapi, kata Rosmalia, usulan tersebut mentah-mentah ditolak oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Gubernur (Ridwan Kamil) minta harus sesuai dengan PP 36," katanya.

Pada akhirnya, lanjut dia, Kabupaten Karawang untuk tahun 2022 tidak ada kenaikan upah.

UMK Karawang tetap Rp 4.798.312.

Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Karawang, Fadludin Damanhuri, juga mengungkapkan, usulan UMK Karawang memang dinilai begitu tinggi.

Fadludin menyarankan, supaya UMK Karawang mempertimbangkan mengenai industri-industri kecil yang begitu tertekan karena pandemi Covid-19.

"Perwakilan Kadin ini ada Apindo.  Jadi sudah bilang, kita harapkan kenaikan upah harus pertimbangkan seperti UMKM, IKM, dan industri kecil lainnya," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved