Breaking News:

Memasuki Musim Hujan Harga Cabai Ijo Melambung Hingga 3 Kali Lipat, Petani Memilih Panen Dini

Memasuki musim hujan ini para petani cabai di kawasan agropolitan Sukamantri lebih memilih melakukan panen dini. Mereka memetik buah cabai dalam kondi

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Cabe keriting dan cabai hijau 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Memasuki musim hujan ini para petani cabai di kawasan agropolitan Sukamantri lebih memilih melakukan panen dini.

Mereka memetik buah cabai dalam kondisi masih hijau (cabai muda atau cabai ijo).

“Memang pada musim hujan ini, petani di Sukabumi lebih suka panen cabai yang masih hijau (cabai ijo). Tak menunggu merah dulu,” ujar Pipin Arif Apilin, petani cabai  dari Desa Cibeureum, Sukamantri kepada Tribun Selasa (30/11).

Setidaknya  menurut Pipin  dua faktor yang mendorong petani memilih panen dini. Pertama karena harga cabai ijo saat ini sedang bagus-bagusnya. Faktor kedua guna menghindari ancaman penyakit dan serangan hama selama musim hujan.

Memasuki musim hujan ini  katanya harga cabai ijo naik berlipat-lipat. Sejak 3 minggu lalu harga cabai ijo naik dari Rp 5.000/kg jadi kisaran Rp 16.000-Rp 17.000/kg. Itu harga di tingkat petani.

“Harga cabai ijo naik cukup tinggi. Dari semula hanya Rp 5.000/kg jadi kisaran Rp 16.000-Rp 17.000/kg. Baik itu cabai keriting, cabai lokal maupun cabai besar tewe,” katanya.

Dengan panen dini dalam kondisi buah cabai masih hijau, petani tidak hanya mendapat harga yang cukup bagus. Sekaligus bisa menekan biaya produksi.

Dan yang sangat penting menurut Pipin, petani saat ini memilih panen cabai ijo guna menghindari acaman hama dan penyakit.

Memasuki musim hujan yang cukup ekstreem,  curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved