Breaking News:

Sawah Berubah Seperti Jadi 'Laut Jawa', Wahudi Hanya Bisa Menatap di Bawah Pohon Rindang

Ribuan hektare sawah di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu terendam banjir dan sudah seperti lautan, Senin (29/11/2021).

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Handhika Rahman
Wahudi (60), salah seorang petani saat memandangi sawah miliknya yang terendam banjir di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Senin (29/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID,INDRAMAYU - Ribuan hektare sawah di Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu terendam banjir dan sudah seperti lautan, Senin (29/11/2021).

Jika pemandangan di desa itu biasanya seperti tanah lapang dengan padi yang menguning, kini malah bak seperti hamparan Laut Jawa karena sejauh mata memandang, yang ada hanya hamparan air.

Jarak desa itu dengan perairan Laut Jawa itu sendiri itu tidak terlalu jauh karena desa itu berada di dekat pantai utara Jabar.

Baca juga: Sosok Lia Nuryanah, Lulusan IPB yang Jadi Kades Termuda di Kuningan Tapi Misinya Setinggi Langit

Sawah milik petani di sana terendam banjir, imbas meluapnya Sungai Congger yang melintas di desa setempat.

Salah seorang petani, Wahudi (60) mengatakan, terendamnya sawah petani di desa itu sudah terjadi sejak Sabtu (27/11/2021) kemarin.

"Sudah dua hari ini, banjir sampai selutut," ujar dia kepada Tribun Jabar.

Wahudi menceritakan, dalam minggu ini, ia bersama para petani lainnya berniat akan memulai musim tanam baru.

Hanya saja, niatan tersebut terpaksa ia urungkan karena kondisi tersebut.

Baca juga: Kasus Tukang Cilok di Indramayu Sama Seperti Kasus Subang, Sudah 107 Hari Kasusnya Belum Terungkap

Akibat kejadian ini, diperkirakan para petani di Desa Muntur pun bakal terlambat dalam memulai masa tanam di banding desa-desa lainnya.

Meski demikian, disampaikan Wahudi, para petani bersyukur karena banjir tersebut datang sebelum para petani yang memulai menebar bibit padi, sehingga mereka tidak mengalami kerugian materil.

"Untungnya belum mulai tanam, kalau sudah terlanjur ya rugi," ujar dia.

Pada kesempatan itu, Wahudi terlihat hanya seorang diri di lahan sawah tersebut. Ia duduk di pinggir sawah sembari memandangi lahan persawahannya yang ikut terdampak banjir.

Untuk mengisi waktu, Wahudi mengaku tengah membereskan jalan tanah di areal persawahan itu dengan menggunakan cangkul untuk memudahkan akses jalan sana.

"Berharapnya cepat surut, biar bisa secepatnya tebar benih, saya di sini punya 1 hektare," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved