Breaking News:

Banjir Bandang di Garut

Mensos Kunjungi Daerah Terdampak Banjir Bandang Garut, Bu Risma Akan Bangun Lumbung Sosial

Mensos Tri Rismaharini mengunjungi lokasi banjir bandang di Garut dan meminta dibuat lumbung sosial.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi lokasi banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Senin (29/11/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengunjungi lokasi banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Senin (29/11/2021). 

Dalam kunjungannya Risma memastikan bahwa di kawasan bencana banjir bandang itu akan dibangun lumbung sosial sebagai persiapan menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Lumbung sosial ini kami akan buat, di dalamnya ada kebutuhan seperti makanan, peralatan dapur dan sebagainya," ujarnya saat diwawancarai awak media. 

Risma mengatakan didirikannya lumbung sosial tersebut dirasa sangat penting lantaran BMKG memperingatkan bahwa puncak musim hujan akan terjadi hingga Maret 2022.

Jika nantinya terjadi banjir susulan dan akses jalan terputus maka pengiriman bantuan kepada warga terdampak bisa cepat karena berasal dari lumbung sosial tersebut. 

"Untuk lokasinya nanti tergantung kecepatan di sini, karena sebenarnya kita tidak sulit," ucapnya. 

Ia menyebut segala kebutuhan di lumbung sosial tersebut sepenuhnya akan ditanggung oleh Kementerian Sosial yang jika nanti persediaannya habis akan diisi ulang kembali. 

"Nanti kan kalo habis nanti ada berita acaranya, terus diisi lagi dari kita yang isi karena Pak Bupati uangnya tinggal Rp 2 miliar (sedikit)," ucapnya. 

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan lumbung sosial dibangun karena kekhawatiran curah hujan yang tinggi hingga Maret 2022 nanti. 

"Beliau (Risma) tadi melihat dan khawatir jadi meminta pada kami mendirikan lumbung sosial di beberapa titik, itu nanti isinya dari Kemensos langsung," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id

Helmi menjelaskan bukan hanya kebutuhan makanan di lumbung sosial tersebut namun kebutuhan rumah tangga lainnya seperti alat masak, selimut dan kebutuhan lainnya.

Saat ini ada tiga titik pengungsian yang ada di dua kecamatan yakni Kecamatan Sukawening dan Karangtengah

"Ada sekitar 60 Jiwa di Sukawening dan di Karangtengah mungkin sekitar 176 jiwa," ucap Helmi.

Baca juga: Polda Jabar Selidiki Penyebab Banjir Bandang di Garut, Langkah ini Yang Pertama Dilakukan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved