Breaking News:

Korban Salah Tangkap, Mahasiswa di Medan Dipaksa Ngaku Curi Spion Mobil Istri Polisi, Dipukuli

Mahasiswa USU dipaksa mengaku telah mencuri spion mobil istri polisi. Tak hanya itu, dia dipukuli oleh oknum polisi saat dibawa ke Polsek Sunggal.

Tribun Medan/Goklas Wisely
Seorang mahasiswa USU, Hendra Frizky Novando (paling kanan) saat diwawancara terkait diduga menjadi korban salah tangkap Polisi atas tuduhan pencurian kaca spion mobil Mitsubishi Pajero Sport, di Cafe Cempaka, Minggu (28/11/2021). 

TRIBUNJABAR.ID - Kasus dugaan salah tangkap kembali terjadi, kali ini korbannya adalah mahasiswa USU.

Kasus salah tangkap tersebut menimpa Hendra Frizky Novando. Korban pun mengaku dipukuli anggota polisi di Polsek Sunggal.

Mahasiswa USU tersebut dipaksa mengaku telah mencuri spion mobil Mitsubishi Pajero Sport.

Mobil tersebut ternyata milik istri salah seorang anggota polisi.

Baca juga: Hendra Laporkan Oknum Polisi: Diinterogasi, Ditangkap, Dianiaya, Eh Ternyata Salah Tangkap

Tak hanya itu, dia dipukuli oleh oknum polisi saat dibawa ke Polsek Sunggal.

Dilansir dari TribunMedan.com, Hendra menceritakan, kasus ini terjadi pada 19 Juli 2021 lalu di Dunkin Donat SPBU Ringroad Medan.

Saat itu, Hendra merasa dijebak oleh VB, istri seorang oknum polisi.

Awalnya VB mengaku berniat membeli kaca spion mobil yang dijual Hendra melalui media sosial.

Ketika proses penangkapan, Hendra mengaku dirinya dianiaya.

Bahkan, usai dibawa ke kantor polisi, ia dipaksa mengaku tuduhan palsu sambil dicekik dan dipukul kepala bagian belakangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved