Breaking News:

Diah Nurwitasari Sosialisasikan 4 Pilar MPR-RI di Kabupaten Bandung

Anggota MPR-RI Fraksi PKS Diah Nurwitasari dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 2 meliputi Kabupaten Bandung dan KBB menghadiri Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI

Anggota MPR-RI Fraksi PKS Diah Nurwitasari dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 2 meliputi Kabupaten Bandung dan KBB menghadiri Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Anggota MPR-RI Fraksi PKS Diah Nurwitasari dari Daerah Pemilihan Jawa Barat 2 yang meliputi Kabupaten Bandung dan KBB menghadiri Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI di Graha Berkah Sadaya, Baleendah, Kabupaten Bandung, Mingu (28/11/2021).

Dalam acara yang dihadiri 150 peserta tersebut, Diah menyampaikan pentingnya komitmen kebangsaan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia,

"Indonesia itu terbentuk dari 13.000an pulau dari Sumatera hingga Papua, yang dihuni 300an suku bangsa dan etnis," ujar Diah, di sela acara.

Dengan kondisi seperti itu, kata Diah, maka penting bagi setiap warga negara, memiliki komitmen kebangsaan.

"Agar setiap perbedaan tidak menimbulkan perpecahan tapi memperkuat toleransi dan rasa syukur, atas beragam budaya yang tidak dimiliki bangsa lain," kata Diah.

Di hadapan peserta yang datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung ini, Diah memaparkan apa saja komitmen kebangsaan yang harus dimiliki.

"Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara kita." ucap Diah.

Diah memaparkan, contoh historis yang patut diteladani oleh bangsa ini adalah sosok Dwi-Tunggal, Sang Bapak Bangsa Soekarno-Hatta, dengan latar belakang suku dan budaya yang berbeda, tak sedikit cerita tentang mereka berdua yang sering berbeda pandangan, tapi mampu bersatu demi bangsa dan negara,

"Bung Karno, seorang politikus dan orator ulung yang berasal dari Jawa, secara kepribadian sangat berbeda dengan Bung Hatta, sang ekonom yang lahir dari keluarga pemuka agama dari tanah Minangkabau. Tapi mereka mampu saling menghargai, saling menguatkan, demi kebaikan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia," katanya.

Bahkan, kata Diah, nama mereka berdua kemudian diabadikan menjadi nama bandara, sebagai simbol dan pengingat akan persatuan dan kesatuan.

Di sesi akhir acara Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI ini Diah mengajak, para peserta untuk mensyukuri apapun yang telah Allah anugerahkan dalam hidup ini.

"Alhamdulillah kita hidup di Indonesia, di Bandung ini, yang segala sesuatunya relatif mudah dikerjakan karena bagi saudara-saudara kita yang tinggal di pelosok-pelosok lain Nusantara, untuk hadir di kegiatan seperti ini mereka harus melalui perjalanan yang tidak mudah," katanya.

Bahkan, menurutnya, ada yang harus berjam-jam melewati hutan dan pegunungan, ada juga yang harus melintasi sungai yang panjang dan terombang-ambing di lautan.

"Tetaplah komitmen dengan protokol kesehatan, semoga kita semua diberikan kesehatan, keselamatan dan keberkahan dalam menjalani segala aktivitas sehari-hari di masa pandemi yang belum usai ini." ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved