Breaking News:

Hujan Deras Semalaman di Sukabumi, Rumah Rusak, Kebun Terendam, Longsor Timpa Pabrik Hingga Ambruk

Akibat hujan deras yang mengguyur Sukabumi tanaman pertanian dan pabrik di Kampung Nagrog, Desa Cijalingan, Cicantayan, Sukabumi rusak

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Darajat Arianto
Dok P2BK Cicantayan
Pabrik fiber ambruk ditimpa longsor di Kampung Nagrog RT 23 dan 24, RW 07, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/11/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Akibat hujan deras yang mengguyur Sukabumi tanaman pertanian milik warga Kampung Nagrog RT 23 dan 24, RW 07, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi terendam banjir, Minggu (28/11/2021).

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicantayan, Yoga mengatakan, tanaman pertanian atau kebun warga terendam air disebabkan luapan air dari sungai.

"Singkat kejadiannya sekitar pukul 01:00 WIB dikarenakan hujan deras yang berkelanjutan hingga mengakibatkan saluran air tidak muat menahan debit air lalu air meluap ke perkebunan," ujarnya.

Akibat debit air tinggi tersebut, tidak hanya merendam kebun pertanian warga. Bahkan mengakibatkan longsor, hingga menimpa pabrik.

"Terus terjadi longsor tebing yang tingginya 3 meter, panjang 8 meter, lebar 11 meter persegi menimpa pabrik fiber milik warga, sehingga roboh," katanya.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material mencapai Rp 50 jutaan.

Selain itu, satu unit rumah milik Ruslandi di Kampung Kebon Hiji, RT 01 RW 01, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, rusak berat.

Rumah Ruslandi yang di isi satu kepala keluarga, empat jiwa tersebur Jebol akibat hujan deras, sehingga menyebabkan longsor yang terjadi pada Sabtu malam, (27/11/2011), sehingga sebagian rumahnya ambrol.

"Hujan deras cukup lama, sehingga menyebabkan longsor panjangnya 9 meter dan tinggi 3 meter ini sebagian rumah warga rusak," ujar P2BK Nagrak Miky, Minggu (28/11/2021).

Tidak hanya itu, akibat longsor tersebut kata Miky, mengacam satu rumah milik warga lainnya yakni milik Saprudin yang dihuni dua kepala keluga dengan jumlah enam jiwa.

"Satu rumah terancam, kondisi dapurnya sudah retak-retak," tuturnya.

Pihaknya, terang Miky telah melaporkan kejadian tersebut, dan berkoordinasi dengan pihak desa kecamatan dan aparat setempat upaya penanganan lebih lanjut.

"Kerugian mencapai Rp 10 jutaan, untuk sementara antisipasi longsor terjadi harus dibuat TPT untuk menstabilkan tanah," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved