Faktor Cuaca, Harga Ayam Pejantan di Tingkat Peternak di Ciamis Anjlok, Begini Rinciannya
Dalam sepekan harga ayam ras pedaging jenis layer jantan di sentra perunggasan rakyar Jabar di Ciamis turun dari Rp 31.500-Rp 32.000/kg turun jadi Rp
Penulis: Andri M Dani | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribun Jabar/Andri M Dani
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Dalam sepekan harga ayam ras pedaging jenis layer jantan di sentra perunggasan rakyar Jabar di Ciamis turun dari Rp 31.500-Rp 32.000/kg turun jadi Rp 28.000/kg hidup.
“Sudah tiga hari harga pejantan di tingkat peternak hanya Rp 28.000/kg. Turun dari Rp 31.000/kg,” ujar H Komar Hermawan, warga Talagasari Kawali peternak ayam ras layer jantan (pejantan) kepada Tribun Minggu (28/11).
Akhir Oktober lalu, harga ayam pejantan di tingkat peternak di Ciamis masih dikisaran Rp 31.000/kg atau diterima di Jakarta Rp 34.000/kg. Menurut dia, faktor cuaca mempengaruhi kondisi tersebut.
Baca juga: HATTRICK, Marcus/Kevin Juara Indonesia Open 2021 Taklukan Ganda Putra Jepang Dua Set Langsung
Pertengahan November sempat naik ke angka Rp 31.500-Rp 32.000/kg atau diterima di Jakarta Rp 35.000/kg. Kisaran harga tersebut bertahan stabil sampai tanggal 21/11.
Namun kemudian sejak seminggu lalu turun, turun ke angka Rp 31.000/kg. Dan tiga hari ini harga pejantan sudah melorot ke angka Rp 28.000/kg.
Kisaran harga Rp 28.000/kg tersebut hanya sedikit di atas biaya pokok produksi (BPP/BEP) yakni kisaran Rp 26.000-Rp 27.000/kg.
Dengan tingkat harga Rp 28.000/kg di kandang peternak, menurut H Komar, harga ayam hidup diterima di Jakarta di kisaran harga Rp 31.000-Rp 33.000/kg.
Turunnya harga ayam ras pedaging jenis layer jantan, ungkap H Komar terutama akibat daya serap pasar berkurang. Aktivitas pasar berkurang akibat musim hujan. Hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi lama hampir setiap hari mengguyur.
Baca juga: Dukung Inklusi Keuangan Bagi Pondok Pesantren, Menko Airlangga Lakukan Sinergi dan Kolaborasi
Terutama di kawasan Jabdebatek, terlebih wilayah Bandung Raya yang selama ini menjadi pasar potensial komiditas ayam pejantan dari Ciamis.
“Harga di tingkat peternak turun dampak dari musim hujan,” katanya.
Menurut H Komar pasar terpengaruh musim hujan. “Akibat hujan yang turun hampir setiap hari pasar jadi sepi. Permintaan berkurang. Padahal stok aman,” ujar H Komar yang juga ower Kawali PS tersebut.
Sebagai sentra produksi nasional ayam ras pedaging layer jantan, dalam kondisi normal setiap minggu ada 800.000 sampai 1 juta ekor ayam pejantan yang dipanen dari ribuan kandang di Ciamis.
Sekitar 75% populasi ayam tersebut dipasok untuk memenuhi pasar di Jakarta dan Bandung. Tiap hari rata-rata ada 40 truk berangkat dari Ciamis mengangkut ayam dengan tujuan Jakarta dan Bandung (andri m dani)