Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Vaksinasi Massal untuk Kelompok Rentan dan Penyandang Disabilitas

Penyandang disabilitas lebih rentan terpapar Covid-19 karena sulit menerapkan protokol kesehatan akibat disabilitas yang dimilikinya.

HO YCAB FOUNDATION
i-SERVE Vaccine Jawa Barat diadakan di sejumlah lokasi berbeda di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi sejak bulan Oktober 2021 lalu. Penyandang disabilitas kini menjadi salah satu prioritas kelompok untuk program nasional vaksinasi Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID – Data dari Kementerian Kesehatan RI per tanggal 30 September 2021, baru 8,5 juta warga Jawa Barat yang sudah menerima vaksin Covid-19 dosis 2.

Angka ini jauh dibawah target provinsi Jawa Barat yakni 70% atau setara 37 juta warga yang diharapkan sudah divaksin sebelum Desember 2021 berakhir.

Target masyarakat umum dan rentan sebanyak 27 juta jiwa di Jawa Barat, tapi baru tercapai 4,2 juta jiwa.

Melihat urgensi ini, PT Chevron Pacific Indonesia bekerjasama dengan YCAB Foundation lewat program i-SERVE Vaccine Jawa Barat, mengadakan vaksinasi massal yang menyediakan layanan vaksin bagi usia 12 tahun ke atas untuk masyarakat umum, penyandang disabilitas serta kelompok masyarakat rentan.

Baca juga: Cerita Petugas Vaksinasi di Indramayu, Blusukan ke Pelosok Desa demi Penuhi Hak Warga Disabilitas 

Baca juga: PLN UP3 Sumedang Adakan Sunatan Masal dan Bantu Modal Usaha Warga Disabilitas

Agar optimal menjangkau berbagai wilayah, i-SERVE Vaccine Jawa Barat diadakan di sejumlah lokasi berbeda di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi sejak bulan Oktober 2021 lalu. 

i-SERVE Vaccine Jawa Barat diadakan di sejumlah lokasi berbeda di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi sejak bulan Oktober 2021 lalu. 
i-SERVE Vaccine Jawa Barat diadakan di sejumlah lokasi berbeda di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bekasi sejak bulan Oktober 2021 lalu.  (HO YCAB FOUNDATION)

Penyandang disabilitas kini menjadi salah satu prioritas kelompok untuk program nasional vaksinasi Covid-19.

Alasannya, penyandang disabilitas lebih rentan terpapar Covid-19 karena sulit menerapkan protokol kesehatan akibat disabilitas yang dimilikinya.

"Disabilitas tertentu misalnya tuna netra, terpaksa menyentuh berbagai objek umum yang memiliki resiko tercemar virus Covid-19 agar dapat mengidentifikasi kondisi sekitarnya," kata Albert Simanjuntak, Presiden Direktur PT. Chevron Pacific Indonesia. 

Selain itu, penyandang disabilitas juga masih terbatas atau terkendala mendapat layanan kesehatan, seperti belum meratanya ketersediaan jalur kursi roda.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved