Breaking News:

Situasi di Sukabumi Sempat Mencekam, Beredar Video Hoaks Penyerangan Geng Motor Terhadap Warga

Viral video hoaks dimedia sosial dan group WhtasApp, perihal aksi geng motor yang membuat situasi sempat mencekam

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Siti Fatimah
Polisi Cek lokasi Warpay Kampung Liungtutut, RT 01/09, Keluruahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeurem, 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Viral video hoaks berdurasi 13 detik dimedia sosial dan group WhtasApp, perihal aksi kawanan brandalan bermotor yang meneror warga Sukabumi.

Bahkan video tersebut, secara seketika menggegerkan warga Sukabumi, hingga ketakutan.

Dalam video tersebut, seorang pengemudi sepeda motor memberi tahu, bahwa di wilayah Warung Payung (Warpay) terdapat dua warga yang dibacok oleh geng motor dan bagi warga yang melintas jalur kota agar berhati-hati dan tidak melintas wilayah jalur.  

"Anu dijero Warpay bieu benag dikadekan duaan. Anu di Kota bejaan tong jalan jalur lewat Kota. Urang ieu balik kanan lewat nangngleng, bahaya-bahaya"

Baca juga: Geng Motor Acungkan Senjata Lalu Menyerang Warga Secara Brutal di Warung di Sukabumi, Pembeli Lari

"Yang berada didalam Warpay dua oranng dibacok. Jangan lewat jalur, lewat kota, Saya ini balik kanan lewat Nanggleng, Bahaya-bahaya," tutur suara dalam video 13 detik tersebut.

Pasca video tersebut beredar, disusul dengan video 26 Detik yang diduga geng motor sedang mengamuk kepada pedagang sambil merusak fasilitas.

Tak lama kemudian, kembali beredar video seorang warga terluka keadaan sekarat yang seolah-olah dibacok geng motor dan tengah ditangani warga 

Untuk memastikan adanya penyerangan tersebut, Tribunjabar.id berkordinasi dengan aparat kepolisian dan memaantau lokasi kejadian, tepatnya di Warpay Kampung Liungtutut, RT 01, RW.09, Keluruahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeurem, Kota Sukabumi.

Baca juga: Begini Kondisi Korban Penyerangan Diduga Anggota Geng Motor di Sukabumi, Masih Terbaring di RS

Saat tiba di lokasi, melihat situasi, kondisi masih aman dan terkendali. Bahkan aparat kepolisian terlebih dahulu berada di lokasi Warpay.

Owner Warpay, Rani (40) mengatakan, pihaknya mengaku pertama mendapatkan informasi hoax itu, berdasarkan laporan dari saudaranya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved