Selasa, 5 Mei 2026

Superball

Siapa Itu Ralf Rangnick? Pelatih Interim Man United Ini Pencipta Gegenpressing yang Dianut Klopp

The Athletic mengabarkan, Ralf Rangnick telah menyetujui kontrak jangka pendek bersama Man United hingga akhir musim 2021-2022 atau Mei tahun depan.

Tayang:
Editor: Hermawan Aksan
Ralf Rangnick, pelatih sementara Manchester United, ternyata pencipta sistem sepak bola Gegenpressing yang menjadi pegangan pelatih Liverpool, Juergen Klopp. 

TRIBUNJABAR.ID - Ralf Rangnick dikabarkan telah sepakat untuk menjadi pelatih sementara Manchester United.

Kabar tersebut dilaporkan oleh The Athletic, Kamis (25/11/2021) malam WIB.

The Athletic mengabarkan, Ralf Rangnick telah menyetujui kontrak jangka pendek bersama Man United hingga akhir musim 2021-2022 atau Mei tahun depan.

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai pelatih sementara Man United, Ralf Rangnick dikabarkan akan memegang peran "konsultan" selama dua tahun di Old Trafford.

Baca juga: Profil Ralf Rangnick, Pelatih Interim Manchester United, Sang Guru Jurgen Klopp dan Thomas Tuchel

Belum diketahui pasti apakah peran tersebut terkait dengan jabatan sebagai direktur olahraga sebagaimana kabar yang banyak beredar.

Namun, peran konsultan itu disebutkan memiliki kekuatan dalam kebijakan klub.

Hal ini pun dituliskan oleh pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano.

Kesepakatan Ralf Rangnick dengan Manchester United sendiri tak menemui kendala.

 

Pria asal Jerman itu kabarnya memang sudah tertarik menjadi pelatih interim Man United dan mengambil tugas lain di Old Trafford setelahnya.

Ralf Rangnick saat ini tengah bekerja di Lokomotiv Moscow sebagai Kepala Olahraga dan Pengembangan.

Lokomotiv Moscow dilaporkan juga setuju melepas Rangnick meski dia masih terikat kontrak hingga Juni 2024.

Namun, kesepakatan Man United dengan klub asal Rusia tersebut belum sepenuhnya tuntas.

Kedua kubu masih dalam pembicaraan lebih lanjut.

Jika sejumlah detail telah rampung, Rangnick dipastikan akan menuju Old Trafford dan memimpin Cristiano Ronaldo dkk.

Akan tetapi, karena perlu mengurus izin kerja, Rangnick belum bisa memimpin Man United saat melawan Chelsea asuhan Thomas Tuchel di Liga Inggris akhir pekan ini.

Ralf Rangnick sendiri memiliki pengalaman yang cemerlang di dunia kepelatihan.

Pelatih papan atas Liga Inggris semodel Thomas Tuchel (Chelsea) dan Juergen Klopp (Liverpool) bahkan mengaku banyak terinspirasi dari filosofi melatih Rangnick.

Dia telah malang-melintang di Bundesliga dan dikenal sangat piawai dalam menyulap klub dengan skuad biasa-biasa saja menjadi tangguh, seperti di Schalke 04 dan RB Leipzig.

Pria berusia 63 tahun itu juga begitu pandai mengembangkan bakat-bakat muda, di antaranya yakni Joel Matip, Timo Werner, Marcel Sabitzer, dan Naby Keita.

Rangnick juga sukses besar sebagai direktur olahraga.

Dia memegang peran itu di Red Bull Salzburg dan RB Leipzig mulai 2012 dan seterusnya.

Sementara itu, dia juga menjalankan tugas singkat sebagai pelatih di RB Leipzig.

Setelah Rangnick mengambil peran itu, RB Leipzig naik dari liga regional, divisi keempat, hingga ke Bundesliga.

Manchester United sendiri saat ini ditangani oleh Michael Carrick setelah Ole Gunnar Solskjaer dipecat.

Setan Merah berencana menugaskan pelatih jangka pendek lebih dulu, sebelum menunjuk pelatih jangka panjang musim depan.

Setan Merah nampaknya sudah jengah dengan mencoba-mencoba pelatih kurang update dengan perkembangan sepak bola modern.

Dari era David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, dan Ole Gunnar Solskjaer, MU selalu menampilkan gaya sepak bola yang bertolak belakang dengan tren.

Embel-embel tradisi dan prinsip dari sang pelatih selalu lekat dengan alasan permainan United yang monoton.

Itu semua bisa berubah 180 derajat dengan Ralf Rangnick yang berada di belakang kursi kepelatihan The Red Devils.

Ia adalah sosok pelatih yang akan menerapkan pola gegenpressing dan atraktif.

Tapi, Anda jangan beranggapan bahwa pola gegenpressing yang akan diusung Rangnick berasal dari Juergen Klopp dan Thomas Tuchel.

Mahaguru

Malah, Anda akan salah besar jika mengira Klopp dan Tuchel-lah yang paling paham dengan sepak bola gegenpressing dan penyerangan atraktif.

Justru Rangnick-lah yang memberikan ilmu gegenpressing kepada Klopp dan Tuchel.

Pria berusia 63 tahun ini bersedia berbagi kisah terkait hal itu.

Menurutnya, Jurgen Klopp menjadi pihak yang terheran-heran dengan gaya permainan Rangnick.

Ia ingin sekali menerapkan apa yang menjadi pegangan pria asal Jerman ini.

"Tim Hoffenheim saya kala itu berjumpa Dortmund-nya Klopp di tahun 2008," ungkap Rangnick dikutip dari B/R Football.

"Kami mengalahkan mereka dengan skor 4-1."

"Juergen berkata gaya main kami (Hoffenheim) seperti itu yang ingin saya terapkan di sini."

"Dalam dua tahun, dia mengubah timnya dengan gaya permainan seperti itu," sambungnya.

Rangnick juga menjadi mahaguru bagi Thomas Tuchel.

Tuchel bahkan sempat tak memikirkan untuk menjadi pelatih sebelum bertemu dengan Rangnick.

"Thomas menjadi pelatih lewat perantara saya," ujar Rangnick.

"Dia adalah pemain saya di Ulm (klub asal Jerman) dan dia mengakhiri karier karena masalah di lututnya."

"Saya memberinya pekerjaan sebagai pelatih tim U-15 kami."

"Dia bahkan sama sekali tak memiliki niat untuk menjadi pelatih kala itu."

"Dia akan bekerja di sebuah bar di kota Stuttgart," lanjutnya.

Dengan demikian, Tuchel dan Klopp akan menyambut kehadiran sang mahaguru kala bersua Manchester United ke depannya.

Thomas Tuchel sejatinya menjadi pihak paling dekat untuk menjajal kemampuan gurunya.

Sayang, Rangnick belum akan mendampingi MU kala berduel dengan Chelsea pada akhir pekan ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved